Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Kala Pejabat Kemenhaj Ikut Dorong Kursi Roda Jamaah Haji

Mereka semua sudah menunggu satu per satu jamaah haji Indonesia tiba di paviliun. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/MCH 2026
TEMUI JEMAAH-Sekjen Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho (kanan) dan Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (13/05/2026). 

Kondisi itu membuat Kementerian Haji dan Umrah menambah jumlah petugas perempuan pada musim haji tahun ini.

“Petugas haji perempuan naik lebih dari 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Karena perempuan tentu akan lebih nyaman dilayani oleh perempuan,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga membentuk bidang khusus layanan lansia dan disabilitas untuk memastikan kebutuhan para jamaah rentan dapat terpenuhi secara maksimal.

Bidang tersebut disiapkan untuk membantu pelayanan mobilitas, pendampingan ibadah, hingga kebutuhan teknis lainnya selama proses ibadah haji berlangsung.

Puji menegaskan, pelayanan inklusif menjadi bagian penting dalam menciptakan penyelenggaraan haji yang nyaman dan lancar.

“Kalau semuanya nyaman dan lancar, tentu akan meningkatkan kemabruran jamaah haji,” ujarnya.

HAJI 2026 - Sekjen Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho (kanan) dan Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah  Puji Raharjo di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (13/05/2026). Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo berbincang dengan jemaah haji asal Embarkasi Banjarmasin di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (13/05/2026).
HAJI 2026 - Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo berbincang dengan jemaah haji asal Embarkasi Banjarmasin di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (13/05/2026). (Tribun-timur.com/MCH)

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Komisi Nasional Disabilitas. 

Wakil Ketua KND RI, Deka Kurniawan menyebut pemerintah menunjukkan keseriusan nyata dalam menghadirkan layanan haji yang inklusif.

Ia mengungkapkan, pihaknya dilibatkan sejak awal dalam proses penyelenggaraan, mulai dari pelatihan petugas hingga pemantauan kesiapan layanan bagi jamaah disabilitas dan lansia.

“Kami melihat langsung bagaimana komitmen Kementerian Haji dalam mempersiapkan petugas agar mampu melayani jamaah penyandang disabilitas, lansia, dan perempuan,” kata Deka.

Menurutnya, konsep haji inklusif tahun ini merupakan pengembangan dari tema layanan tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya fokus pada ramah lansia dan disabilitas, maka tahun ini diperluas menjadi ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.

“Ini bukan sekadar tugas jabatan, tetapi ada nilai teologis di dalamnya. Melayani jamaah rentan diyakini menjadi jalan keberkahan dan kelancaran penyelenggaraan haji,” ujarnya.

Deka optimistis pendekatan inklusif tersebut akan membuat penyelenggaraan haji 2026 berjalan lebih baik dan memberi kenyamanan bagi seluruh jamaah Indonesia di Tanah Suci.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved