Haji 2026
Saat Jamaah Lelah dan Barang Tertinggal, Petugas Linjam Jadi Garda Terakhir di Bandara Haji
Kesigapan itu kembali terlihat dalam operasional haji 2026 di King Abdulaziz International Airport dan Prince Mohammad bin Abdulaziz.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Di tengah padatnya arus kedatangan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) Daerah Kerja Bandara sigap menyisir terminal untuk mengamankan barang-barang jamaah yang tercecer.
- Mulai dari koper, paspor, kartu nusuk, kursi roda hingga mukena berhasil diamankan di Bandara King Abdulaziz dan Prince Mohammad bin Abdulaziz.
- Kesibukan operasional haji 2026 menyisakan banyak barang jamaah yang tertinggal akibat kelelahan perjalanan panjang dari Indonesia ke Arab Saudi.
Laporan Hasim Arfah
Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH — Di tengah padatnya arus kedatangan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, ada satu pemandangan yang nyaris tak terlihat publik.
Yaitu koper tanpa pemilik, kursi roda tertinggal, hingga paspor yang tercecer di sudut bandara.
Saat sebagian besar jamaah bergegas menuju bus menuju hotel di Makkah atau Madinah, petugas Perlindungan jamaah (Linjam) Daerah Kerja Bandara justru bergerak menyisir area terminal, memastikan tidak ada barang milik tamu Allah yang hilang begitu saja.
Kesigapan itu kembali terlihat dalam operasional haji 2026 di King Abdulaziz International Airport dan Prince Mohammad bin Abdulaziz International Airport.
Berbagai barang milik jamaah berhasil diamankan petugas sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada tim Linjam Daerah Kerja Makkah untuk ditelusuri dan dikembalikan kepada pemiliknya.
Barang yang ditemukan pun beragam.
Baca juga: Sekjen Kemenhaj: 74 Persen Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci, Persiapan Armuzna Diperketat
Mulai dari koper besar milik jamaah Kloter JKG 24 atas nama Nurlaila, kartu nusuk, paspor, alat kesehatan, kursi lipat, kursi roda, tas kecil, bantalan leher, hingga mukena dan sarung tanpa identitas.
Di balik tumpukan barang itu, tersimpan kisah kelelahan para jamaah setelah menempuh perjalanan panjang berjam-jam dari Tanah Air menuju Arab Saudi.
Banyak di antara mereka terutama jamaah lanjut usia, tidak menyadari barang pribadinya tertinggal saat berpindah dari terminal menuju armada bus.
Petugas Linjam Bandara, Abdul Aziz dan Ujang Nana, kemudian mendata dan menyerahkan barang-barang tersebut kepada petugas Linjam Daker Makkah, Eka Yulianto dan Imam Fadli.
Seluruh proses dilakukan melalui berita acara resmi agar keamanan barang tetap terjaga dan memudahkan proses pelacakan pemilik.
Pendataan dilakukan secara detail, mulai dari nama jamaah, nomor paspor, asal kloter, hingga jenis barang yang ditemukan.
Para petugas Linjam bekerja selama 24 jam mendampingi proses kedatangan jamaah di bandara.
| Sekjen Kemenhaj: 74 Persen Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci, Persiapan Armuzna Diperketat |
|
|---|
| Cholil Nafis Yakin Haji 2026 Lebih Ramah Lansia: Semua Sudah On The Track |
|
|---|
| Rumahnya Tertimbun Banjir, Hartati Tetap Berangkat Haji: Saya Mengadu Hanya kepada Allah |
|
|---|
| Berkah Wakaf 220 Tahun Mengalir di Makkah, Jamaah Aceh Terharu Terima Amanah Ulama |
|
|---|
| Jangan Asal Rekam dan Foto di Arab Saudi, Jamaah Haji Bisa Terancam Denda Rp2 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BARANG-JEMAAH-HAJI-Anggota-perlindungan-jemaah-linjam-Daker-Bandara-Azis-Budi-Hasbullah.jpg)