Haji 2026
Niat Isytirath Jadi Ikhtiar Lindungi Jemaah Lansia dan Risti Saat Umrah Wajib
Ustadzah Anis Diyah Puspita berlari mengejar jemaah haji lewat jalur Makkah Route
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Ustadzah Anis Diyah Puspita berlari mengejar jemaah haji lewat jalur Makkah Route atau fast track, Kamis (14/5/2026)
- Anis berlari karena jalur ini tak memungkinkan jemaah haji untuk masuk ke ruangan paviliun
- Sehingga, Anis menyambangi mereka untuk melantungkan niat umrah wajib
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH — Di tengah padatnya kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, tim Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja Bandara terus memberikan pendampingan khusus bagi jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi (risti).
Bahkan, ustadzah Anis Diyah Puspita berlari mengejar jemaah haji lewat jalur Makkah Route atau fast track, Kamis (14/5/2026).
Anis berlari karena jalur ini tak memungkinkan jemaah haji untuk masuk ke ruangan paviliun.
Sehingga, Anis menyambangi mereka untuk melantungkan niat umrah wajib.
Karena jemaah haji Indonesia mengambil haji Tamattu, haji didahului umrah kemudian haji.
Salah satu edukasi penting yang diberikan adalah pembacaan niat isytirath atau niat bersyarat sebelum menjalani umrah wajib.
Anis Diyah Puspita menjelaskan, niat tersebut diperuntukkan bagi jemaah yang memiliki kondisi kesehatan rentan agar tetap merasa tenang saat menjalani ibadah.
“Jemaah haji kita ada yang lansia dan ada juga yang memiliki penyakit bawaan yang berisiko. Karena itu mereka dibimbing untuk membaca niat isytirath,” ujar Anis.
Niat isytirath merupakan niat ihram yang disertai syarat apabila jemaah mengalami halangan dalam menyempurnakan ibadah umrah akibat sakit atau kondisi tertentu.
Lafal niat tersebut berbunyi:
“Allahumma inni uridul ‘umrata fa in habasani habisun famahilli haitsu habastani.”
Artinya, “Ya Allah, aku berniat umrah. Jika ada halangan yang menghambatku, maka tempat tahalulku adalah di tempat terjadinya halangan tersebut.
Menurut Anis, niat ini dapat dibaca dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia dengan makna yang sama agar mudah dipahami jemaah.
Ia menjelaskan, apabila jemaah yang sudah berniat isytirath kemudian mengalami sakit sehingga tidak mampu menyelesaikan rangkaian umrah, maka jemaah tersebut diperbolehkan bertahalul tanpa dikenai dam.
| Wamenhaj Dahnil Anzar Akan Tutup KBIHU Komodifikasi Jemaah |
|
|---|
| Kiriman Kursi Roda BSI Tahap 2 Tiba di Jeddah, Siap Layani Jemaah Lansia saat Armuza |
|
|---|
| Jelang Puncak Haji, Jamaah Embarkasi Makassar Zona 5 Jalan Santai ke Jamarat |
|
|---|
| Layanan Pengurusan Paspor Haji Lebih Mudah, Imigrasi Jemput Bola ke Daerah |
|
|---|
| Kakek Munain Abdullah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci Setelah Sepekan Dirawat di Klinik Asrama Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260514-Ustadzah-Anis-Diyah-Puspita.jpg)