3 Modal Jadi Pembimbing Haji Profesional di Mata Rektor UIN Alauddin Makassar
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, menekankan pentingnya wawasan luas bagi pembimbing haji dan umrah.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, menekankan pentingnya wawasan luas bagi pembimbing haji dan umrah.
Penekanan itu ia sampaikan seusai menutup kegiatan Sertifikasi Pembimbing Haji Angkatan III (Mandiri) yang digelar Kanwil Kemenhaj Sulsel dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, Rabu (11/2/202) malam.
Sertifikasi berlangsung enam hari di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Jl Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6-11 Februari 2026)
Prof Hamdan, salah satu syarat menjadi pembimbing haji profesional adalah memiliki wawasan luas.
Utamanya terkait kondisi lokasi ibadah dan tata cara pelaksanaan ibadah.
"Pertama, wawasan. Kalau tidak ada wawasan mu nda sukses ko jadi pembimbing," kata Hamdan Juhannis.
Baca juga: 4 Indikator Keberhasilan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Yang kedua, kata Hamdan, pembimbing harus memiliki materi yang cukup
"Harus ada materi mu. Masa kau mau minta-minta sama jemaah, nda bisa," katanya
Lalu yang ketiga, karakter atau integritas.
"Ini yang lebih penting. Pembimbing itu tidak boleh kalah secara moral. Dia akan menjadi referensi moral," terang Hamdan.
"Integritas, kalau pembimbing tidak memiliki yang ketiga ini, maka dua yang pertama menjadi tidak berarti apa-apa," sambungnya.
Tidak hanya itu, Hamdan Juhannis juga menekankan pentingnya menajemen emosi bagi setiap pembimbing.
Jumlah jamaah yang banyak dan rawan berdesakan kata dia, sangat mungkin memancing emosi yang tak stabil.
"Pembimbing ibadah haji itu rujukan untuk ibadah. Maka harus mampu mengelola emosi, tidak mudah baper, sensi, mengontrol yang kepo-kepo apa itu semua," imbuhnya.
Diketahui sertifikasi pembimbing haji ini adalah Angkatan ketiga yang diikuti 65 peserta.
| Urus Adminduk di Kecamatan Ribet, Appi Hadirkan di Kelurahan |
|
|---|
| IKA FSH UIN Alauddin Resmikan Gedung Wakaf, Jadi Pusat Kolaborasi Alumni dan Mahasiswa |
|
|---|
| Jejak Makassar di Jantung Kota Bangkok Thailand |
|
|---|
| Kongsi² Beli Hewan Qurban Adalah Sebuah Fikhi |
|
|---|
| Armuzna Penentu Sukses Haji Indonesia 2026, Menteri Haji Minta Petugas Jaga Layanan Prima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260211_SERTIFIKASI-PEMBIMBING-HAJI_pembimbing-haji-2026.jpg)