Haji 2026
4 Indikator Keberhasilan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menetapkan empat indikator utama keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji.
Ringkasan Berita:
- Inspektur Jenderal Kemenhaj RI Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi turut menekankan pentingnya solidaritas antarjemaah sebagai bagian dari upaya mencapai indikator keberhasilan haji.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menetapkan empat indikator utama keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sebagai tolok ukur layanan jemaah menuju Haji 2026.
Keempat indikator tersebut menjadi fokus pembenahan sejak dini, khususnya pada kualitas dan kinerja petugas haji.
Penegasan itu disampaikan Inspektur Jenderal Kemenhaj RI Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi saat memberikan pengarahan kepada petugas haji kloter Embarkasi Makassar (UPG) di Aula Arafah Asrama Haji Embarkasi Makassar, Senin (9/2/2026) malam.
Pengarahan digelar secara hybrid, luring dan daring melalui Zoom, diikuti petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi se-Sulawesi Selatan serta petugas dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Dalam arahannya, Irjen Dendi menjelaskan empat indikator keberhasilan haji yang ditetapkan pemerintah.
Pertama, seluruh kuota haji terserap penuh, yakni sebanyak 221 ribu jemaah.
Kedua, menurunnya angka kematian jemaah, bahkan diupayakan hingga nol kasus. Ketiga, tidak adanya jemaah yang hilang selama pelaksanaan ibadah haji.
Keempat, tidak lagi terjadi persoalan mendasar, seperti jemaah terpisah dari pasangan, tersesat, atau koper tercecer.
“Empat indikator ini harus menjadi orientasi kerja seluruh petugas. Kalau ini tercapai, maka kualitas penyelenggaraan haji kita akan meningkat secara signifikan,” tegas Dendi.
Ia menekankan bahwa pencapaian indikator tersebut sangat bergantung pada peran strategis petugas haji di lapangan. Menurutnya, petugas merupakan unsur paling menentukan dalam keberhasilan layanan dan perlindungan jemaah di Tanah Suci.
Baca juga: ASN Pemprov Sulsel Bakal Retret di Asrama Haji Sudiang, KPK Pemateri
“Petugas hadir di Daerah Kerja untuk melayani dan melindungi jemaah. Kalian adalah perwakilan negara,” ujarnya.
Untuk itu, Irjen Dendi meminta seluruh petugas membenahi disiplin, kepatuhan, serta meninggalkan ego sektoral. Ia menegaskan, seluruh unsur dalam kloter—ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan petugas lainnya—harus melebur dalam satu komando pelayanan.
“Di kloter tidak ada lagi sekat. Semua menyatu. Ketua kloter menjadi pengikat dan pengarah di lapangan,” jelasnya.
Sebagai langkah penguatan karakter kolektif, Dendi menilai kedisiplinan ala Peraturan Baris Berbaris (PBB) relevan diterapkan dalam kerja tim petugas haji, sebagaimana salat berjamaah yang menuntut keselarasan gerak dan ketaatan pada imam.
| Jamaah Haji Tak Perlu Panik, KJRI Jeddah Pastikan Paspor Aman Meski Hilang atau Rusak |
|
|---|
| Air Mata dan Pelukan Warnai Pelepasan Jamaah Haji Bantaeng di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| Armuzna Penentu Sukses Haji Indonesia 2026, Menteri Haji Minta Petugas Jaga Layanan Prima |
|
|---|
| Kala Gus Irfan Jongkok di Depan Jemaah Haji |
|
|---|
| Kloter 43 Embarkasi Makassar Gunakan Pesawat Airbus A300, Berbeda dari Kloter Sebelumnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260210_INDIKATOR-KEBERHASILAN-HAJI_indikantor-keberhasilan-haji-2026.jpg)