Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

3 Modal Jadi Pembimbing Haji Profesional di Mata Rektor UIN Alauddin Makassar

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, menekankan pentingnya wawasan luas bagi pembimbing haji dan umrah.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
SERTIFIKASI PEMBIMBING HAJI-Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis saat sambutan penutupan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah mandiri angkatan tiga di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Jl Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/2/2026).Prof Hamdan Juhannis, menekankan pentingnya wawasan luas bagi pembimbing haji dan umrah. 

Mereka berasal dari berbagai kabupaten kota di Sulawesi Selatan.

Dirjen Bina Haji dan Umrah Kementerian Haji RI, Dr Puji Raharjo membuka sertifikasi pembimbing haji gelombang ketiga itu via zoom atau daring.

Dalam sambutannya, Puji memuji pelaksanaan bimbingan haji oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Ia mengatakan, progresifitas pelaksanaan bimbingan oleh FDK UIN Alauddin Makassar, terbilang yang terbanyak se Indonesia.

"Alhamdulillah, terimakasih pak Dekan Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Alauddin Makassar memecahkan rekor nasional, dalam tiga bulan dengan peserta lebih dari 200 orang," kata Puji Raharjo mengawali sambutannya 

"Ini sangat luar biasa, menunjukkan semangat, kepercayaan dan motivasi dari masyarakat untuk mengikuti ritme komunikasi. Di mana bimbingan jemaah umrah luar biasa di Indonesia timur," lanjutnya.

Dekan FDK UIN Alauddin Makassar, Prof H Abd Rasyid Masri, mengungkapkan, keberhasilan sertifikasi bimbingan haji dan umrah, tidak terlepas dari kolaborasi Kanwil Kemenhaj Sulsel.

"Kolaborasi ini berjalan dengan sangat baik, saling memperkuat, saling bersinergi, dan Alhamdulillah betul-betul terlaksana," ujarnya.

Dari tiga angkatan, total peserta yang mengikuti sertifikasi sebanyak 255 orang.
 
Angkatan pertama sebanyak 90 orang, angkatan kedua 100 orang dan yang ketiga ini sebanyak 65 orang.

Meski jumlah peserta dan waktu pelaksanaan tak sebanyak dan tak selama pada angkatan satu dan dua, lanjut Prof Rasyid, kualitas materi bimbingan yang diberikan tak berkurang sedikit pun.

Pasalnya kata dia, pemateri yang dihadirkan dari kalangan akademisi dan tokoh agama sudah punya pakem tetap yang berlaku secara nasional.

"Tidak mengurangi, seperti dalam sambutan saya tadi, semua pak materinya relatif sama dan juga materi-materinya itulah yang diperkuat oleh Pak Dirjen, Pak Dr Puji tadi," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved