Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, Visa Jadi Perhatian Utama PPIH Embarkasi Makassar
Kloter terakhir, yakni Kloter 43, dijadwalkan berangkat pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 05.40 Wita.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengungkap sejumlah catatan penting dalam rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (20/5/2026).
Evaluasi dilakukan setelah seluruh kelompok terbang (kloter) jamaah haji Embarkasi Makassar masuk ke Asrama Haji dan tinggal menunggu jadwal keberangkatan menuju Arab Saudi.
Kloter terakhir, yakni Kloter 43, dijadwalkan berangkat pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 05.40 Wita.
Ikbal mengatakan, rapat evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala selama proses pemberangkatan jamaah haji agar menjadi bahan perbaikan pada musim haji berikutnya.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan rapat evaluasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji khususnya Embarkasi Makassar,” katanya kepada Tribun Timur.
Dalam evaluasi tersebut, persoalan pengurusan visa menjadi salah satu perhatian utama PPIH Embarkasi Makassar.
Menurut Ikbal, keterlambatan penerbitan visa masih menjadi kendala yang berdampak pada tertundanya keberangkatan sejumlah jamaah.
Karena itu, pihaknya berharap proses visa jamaah haji ke depan dapat diselesaikan sebelum jamaah masuk ke Asrama Haji Sudiang Makassar.
“Ke depan kita berharap visa jamaah haji sudah selesai sebelum masuk asrama, sehingga tidak ada lagi jamaah yang tertunda keberangkatannya akibat visa belum terbit,” ujarnya.
Selain persoalan visa, layanan kesehatan jamaah haji juga menjadi fokus evaluasi.
PPIH Embarkasi Makassar menilai pemeriksaan kesehatan di daerah asal jamaah perlu diperketat agar jamaah yang diberangkatkan benar-benar memenuhi syarat istitha’ah kesehatan.
“Pemeriksaan kesehatan harus lebih diperketat agar jamaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi sehat dan mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri,” ungkap Ikbal.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan angka kesakitan hingga kematian jamaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Tak hanya itu, evaluasi juga mencakup pelayanan di lingkungan Asrama Haji Makassar, mulai dari proses penerimaan jamaah, akomodasi, konsumsi hingga pelepasan keberangkatan.
Ikbal berharap seluruh sektor pelayanan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi demi memberikan kenyamanan bagi jamaah.
“Kita harapkan semua sektor bisa berkoordinasi lebih baik agar jamaah merasa nyaman, aman, dan fokus mempersiapkan diri menjalankan ibadah haji di Tanah Suci,” katanya.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bahan pembenahan pelayanan ibadah haji di masa mendatang.(*)
| Innalillah, JCH Wajo Asal Kecamatan Sabbangparu Meninggal di Tanah Suci |
|
|---|
| Air Mata Keluarga Lepas Keberangkatan 7 Jemaah Calon Haji Tana Toraja |
|
|---|
| Resep Sehat Mbah Kasrun, Usia 102 Tahun Masih Kuat Berhaji |
|
|---|
| Petugas Haji Layani Jemaah Lansia seperti Orangtua Sendiri |
|
|---|
| Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kakanwil Imigrasi Sulsel Hadiri Pembinaan PPIH Embarkasi Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ppih-embarkasi-makassar-evaluasi-1.jpg)