Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Citizen Reporter

Tim FIKP-LPPM Unhas Latih Warga Takalar Olah Rumput Laut Jadi Nugget dan Cendol

Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan potensi perikanan Kabupaten Takalar.

Penulis: CitizenReporter | Editor: Hasriyani Latif
Citizen Reporter/Kasmiati
PRODUK OLAHAN - Tim Pengabdian Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin perlihatkan produk olahan bersama warga Desa Maccini Sombala, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/10/2025). Program pengabdian ini, melatih warga mengolah rumput laut jadi produk bernilai gizi tinggi. 

Laporan Citizen Reporter

Ketua Tim Pengabdian FIKP Unhas 

Kasmiati

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Tim Pengabdian Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) yang difasilitasi Lembaga Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat Multitahun Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).

Program menyasar warga Desa Maccini Sombala, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/10/2025). 

Pengabdian melibatkan dua mitra, Baji Pamai berangotakan kelompok ibu-ibu dan remaja putri pengolah rumput laut dipimpin Hijrawati dan mitra Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Maccini diketuai Ika Lestari. 

Program mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI melalui LPPM Unhas.

"Kegiatan ini merupakan realisasi dari sosialisasi program yang telah dilakukan sebelumnya," kata Ketua Tim, Kasmiati.

Dosen prodi Teknologi Hasil Perikanan (THP) FIKP Unhas itu menjelaskan selain menghadirkan Asmi Citra Malina dan Prof dr Muh Nasrum Massi mewakili Tim Unhas, pelatihan dihadiri Rahmi dari Unismuh Makassar.

Kepala Desa Maccini Sombala, H Mustafa Daeng Maro mengatakan rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan potensi perikanan Kabupaten Takalar.

Baca juga: Ratusan Warga Antusias Periksa Mata Gratis Bersama Tim Dokter Unhas di Malino

Namun sebagai sentra budidaya rumput laut, belum bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Karena dijual dalam bentuk kering, tentu nilai jualnya masih rendah dibanding jika dijual dalam bentuk makanan olahan," jelas Daeng Maro. 

Menurutnya, kurangnya pengetahuan dan keterampilan  masyarakat akan produk olahan berbasis rumput laut menjadi penyebabnya. 

"Hanya kerupuk berbentuk stik yang diproduksi kelompok Baji Pamai, itu pun pemasarannya terbatas,"  ujar Daeng Maro. 

Ia mengapresiasi Tim Unhas atas pemilihan Desa Maccini Sombala sebagai lokus kegiatan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved