Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Citizen Report

Ponpes Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel Wisuda 83 Hafidzah

Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan kembali melahirkan puluhan penghafal

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/CitizenReporter
WISUDA HAFIDZAH - Para hafidzah yang diwisuda dalam Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan XI Tahun 2026 di lapangan indoor Pondok Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan, Jalan KH Abd Jabbar Asyiri, Sudiang, Makassar, Sulsel, Jumat (22/5/2026). Sebanyak 83 orang diwisuda. 

M. Ulil Amri

Guru Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan 

Melaporkan dari Makassar, Sulsel

PONDOK Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan kembali melahirkan puluhan penghafal Al-Qur’an. 

Sebanyak 83 santriwati kelas XII SMA dan Madrasah Aliyah (MA) dikukuhkan dalam Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan XI Tahun 2026 di lapangan indoor pondok pesantren tersebut, Jalan KH Abd Jabbar Asyiri, Sudiang, Makassar, Jumat (22/5/2026).

Wisuda tahun ini mengusung tema “Mencetak Alumni Unggul dan Kader Ulama Guna Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”.

Kegiatan diawali pengajian oleh Kyai Pondok, Drs KH Jalaluddin Sanusi.

Ia berpesan agar para hafidzah terus menjaga hafalan dan menjadi teladan bagi umat.

Penanggung Jawab Tahsin dan Tahfidz Ummul Mukminin, Ustaz Andi Muhammad Ikhwan Nur, menjelaskan dari 83 santriwati yang diwisuda, sebanyak 26 orang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz.

“Syarat mengikuti wisuda tahfidz adalah memiliki hafalan minimal 5 juz bagi santriwati asrama reguler dan minimal 10 juz bagi santriwati asrama tahfidz,” ujar Ikhwan.

Direktur Ummul Mukminin, Dra Masriwaty Malik MThI, mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan wisuda tahfidz hingga berlangsung khidmat.

Ia menjelaskan, program Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an di Ummul Mukminin terus berkembang sejak diinisiasi pada masa kepemimpinan KH Jalaluddin Sanusi.

Menurutnya, pondok telah menerapkan target hafalan berjenjang bagi santriwati kelas VII hingga XII. Untuk mengukur kemampuan hafalan, pondok juga rutin melaksanakan munaqasyah melalui Lembaga Tahfidz yang dibentuk sejak 2014.

Perkembangan program tahfidz semakin meningkat setelah hadirnya Asrama Tahfidz Marliah Ahsan pada 2017 serta bantuan rumah susun tiga lantai dari Kementerian PUPR pada 2018 yang mulai difungsikan sebagai pusat pembinaan intensif sejak 2019.

Selain itu, program Daurah Tahfidz Al-Qur’an mandiri yang dimulai pada 2022 juga terus diminati santriwati.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved