Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

300 KK Diklaim Terdampak Ekonomi Imbas Penutupan Sementara Pelabuhan Bajoe Bone

Sejumlah profesi yang paling terdampak antara lain pedagang asongan, tukang ojek, sopir transportasi rute Bone–Makassar hingga buruh angkut.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Wahdaniar
PELABUHAN BAJOE - Anggota Aliansi Masyarakat Bajoe Bersatu, Fahri Rusli (baju hitam), saat ditemui Selasa (28/4/2026). Aliansi masyarakat Bajoe Bone bersatu sebut 300 KK terdampak akibat penutupan pelabuhan.  

Rahma yang telah puluhan tahun berjualan di pelabuhan itu mengaku sepenuhnya bergantung pada aktivitas penyeberangan. 

Bahkan, barang dagangan yang dijualnya merupakan titipan dari orang lain dengan sistem bagi hasil.

“Saya sudah lama berjualan di sini, sudah puluhan tahun. Dagangan yang saya jual juga bukan punya saya, saya ambil dari orang lain lalu dibagi hasilnya,” ujarnya.

Dalam sehari, ia biasanya memperoleh penghasilan sekitar Rp100 ribu dari pagi hingga malam hari.

“Sehari paling banyak saya dapat Rp100 ribu, dari pagi sampai malam, kadang sampai jam 10 atau 11 malam,” jelasnya.

Ia berharap ada solusi konkret dari pihak terkait agar para pedagang tidak kehilangan mata pencaharian sepenuhnya.

“Kami sangat menggantungkan hidup di sini. Katanya pihak ASDP mau membuka bagian depan supaya kami tetap bisa berjualan, tapi teknisnya kami tidak tahu. Jangan sampai kami disuruh sewa tenant, karena harganya pasti mahal. Kami ini bisa apa,” tandasnya.

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved