300 KK Diklaim Terdampak Ekonomi Imbas Penutupan Sementara Pelabuhan Bajoe Bone
Sejumlah profesi yang paling terdampak antara lain pedagang asongan, tukang ojek, sopir transportasi rute Bone–Makassar hingga buruh angkut.
Rahma yang telah puluhan tahun berjualan di pelabuhan itu mengaku sepenuhnya bergantung pada aktivitas penyeberangan.
Bahkan, barang dagangan yang dijualnya merupakan titipan dari orang lain dengan sistem bagi hasil.
“Saya sudah lama berjualan di sini, sudah puluhan tahun. Dagangan yang saya jual juga bukan punya saya, saya ambil dari orang lain lalu dibagi hasilnya,” ujarnya.
Dalam sehari, ia biasanya memperoleh penghasilan sekitar Rp100 ribu dari pagi hingga malam hari.
“Sehari paling banyak saya dapat Rp100 ribu, dari pagi sampai malam, kadang sampai jam 10 atau 11 malam,” jelasnya.
Ia berharap ada solusi konkret dari pihak terkait agar para pedagang tidak kehilangan mata pencaharian sepenuhnya.
“Kami sangat menggantungkan hidup di sini. Katanya pihak ASDP mau membuka bagian depan supaya kami tetap bisa berjualan, tapi teknisnya kami tidak tahu. Jangan sampai kami disuruh sewa tenant, karena harganya pasti mahal. Kami ini bisa apa,” tandasnya.
| Jelang Iduladha, Polisi Imbau Peternak di Bone Waspada Curnak |
|
|---|
| Muhidin Pilih Soppeng Lokasi Konsolidasi Terakhir Sebelum Musda Golkar Sulsel |
|
|---|
| Deretan 8 Tokoh Sulsel di Kabinet Setelah Prabowo Lantik Kadir Karding |
|
|---|
| Tinta Emas Kejati Sulsel di Kasus Nanas, Rakyat Menanti Keadilan yang Tuntas |
|
|---|
| Amran Sulaiman dan Idrus Marham Pimpin Organisasi Alumni Nasional, Bukti Kuatnya Kiprah Putra Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260428-Aliansi-Masyarakat-Bajoe.jpg)