Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jalan Penghubung Dua Desa 3 Kilometer di Bone Diaspal Setelah 32 Tahun

Pembangunan jalan itu menjadi perhatian karena sebelumnya warga harus bertahun-tahun melewati akses yang rusak parah.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
JALAN RUSAK- Potret Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman resmikan jalan aspal sepanjang 3 kilometer yang menghubungkan Dusun Nyappareng dan Kampung Barru Kecamatan Bengo Kabupaten Bone, Kamis (11/6/2026). Puluhan tahun menunggu, warga Desa Selli Bone kini nikmati jalan aspal sepanjang 3 kilometer. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Setelah puluhan tahun dikeluhkan warga, jalan penghubung Dusun Nyappareng dan Kampung Barru di Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, akhirnya diaspal.

Jalan sepanjang 3 kilometer tersebut diresmikan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, Kamis (11/6/2026).

Pembangunan jalan itu menjadi perhatian karena sebelumnya warga harus bertahun-tahun melewati akses yang rusak parah.

Kepala Desa Selli, Sultan, mengatakan pengaspalan mencakup ruas sepanjang 1 kilometer di Dusun Nyappareng dan 2 kilometer di Kampung Barru.

Menurutnya, keberadaan jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.

"Di Dusun Nyappareng sepanjang 1 kilometer dan Kampung Barru sepanjang 2 kilometer kini telah teraspal," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bone mengakui Desa Selli selama ini belum pernah menikmati jalan beraspal.

"Desa Selli menjadi perhatian pemerintah daerah karena selama ini jalannya belum pernah tersentuh aspal," kata Andi Asman Sulaiman.

Ia juga mengungkapkan pemerintah daerah berencana melanjutkan pembangunan jalan tambahan sepanjang 1,5 kilometer di wilayah tersebut.

Sebelumnya, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Selli dan Desa Tungke menjadi sorotan warga karena rusak parah selama puluhan tahun.

Pada 2024 lalu, warga mengeluhkan sekitar 4,5 kilometer jalan penghubung antardesa tersebut berubah menjadi kubangan saat musim hujan dan sulit dilalui kendaraan.

Salah seorang warga Kampung Baru, Dusun Libureng, Abdul Salam, mengaku kecewa karena kerusakan jalan telah berlangsung sangat lama tanpa penanganan memadai.

"Kalau aspal memang tidak pernah. Terakhir hanya pengerasan sekitar 32 tahun lalu," ujarnya kepada Tribun-Timur.com.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pelajar yang setiap hari melintas.

"Kebanyakan yang jatuh itu anak sekolah karena jalan licin. Ada juga mobil yang terpaksa ditinggal karena tidak bisa bergerak," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved