Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

RSUD Datu Pancaitana Bone Catat Lonjakan Kasus Campak, Edukasi Warga Digencarkan

dr Andi Noor Fadli mengungkapkan kegiatan edukasi ini penting dilakukan menyusul meningkatnya kasus campak dalam beberapa hari terakhir

Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Wahdaniar
CAMPAK- Potret dokter spesialis anak dr Andi Noor Fadli memberikan edukasi langsung kepada peserta mengenai bahaya campak, Rabu (15/4/2026). RSUD Datu Pancaitana Bone catat lonjakan kasus campak, edukasi warga digencarkan. 

Ringkasan Berita:
  • Dokter spesialis anak dr Andi Noor Fadli mengedukasi peserta waspada campak
  • Edukasi ini penting dilakukan menyusul meningkatnya kasus campak dalam beberapa hari terakhir
  • Pasien yang diduga campak dirawat di ruang isolasi, guna mencegah penularan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — RSUD Datu Pancaitana menyosialisasikan kewaspadaan campak kepada masyarakat di Kabupaten Bone.

Kegiatan yang berlangsung di RSUD Datu Pancaitana, Jalan Poros Bone–Sinjai, Kecamatan Tanete Riattang ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga terkait gejala, penularan, serta pencegahan penyakit campak.

Dalam sosialisasi tersebut, dokter spesialis anak dr Andi Noor Fadli mengedukasi peserta. 

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara dokter dan masyarakat.

Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari gejala awal hingga langkah penanganan jika anak terindikasi campak.

dr Andi Noor Fadli mengungkapkan kegiatan edukasi ini penting dilakukan menyusul meningkatnya kasus campak dalam beberapa hari terakhir.

“Angka kejadian campak di RSUD Datu Pancaitana semakin hari semakin meningkat. Dalam dua sampai tiga hari, selalu ada pasien baru yang masuk,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, gejala awal campak biasanya berupa demam, batuk, pilek, dan mata merah, sebelum akhirnya muncul ruam pada kulit.

“Biasanya pasien datang hanya demam, lalu setelah dua sampai tiga hari dirawat, demamnya makin tinggi dan baru muncul ruam. Di situlah kita curigai campak,” jelasnya.

Pasien yang diduga campak dirawat di ruang isolasi, guna mencegah penularan.

Menurutnya, masa inkubasi campak berkisar antara 2 hingga 14 hari, bahkan bisa mencapai 21 hari.

Penularan terjadi sejak dua hari sebelum gejala muncul hingga empat sampai enam hari setelah ruam muncul.

“Penyebabnya adalah virus Morbillivirus dari famili Paramyxoviridae,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru, radang otak, hingga gagal napas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved