Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus Campak di Maros Capai 31, Satu Pasien Masih Dirawat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus, mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 30 pasien telah dinyatakan sembuh.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
Dok Tribun Timur/ Nurul Hidayah
CAMPAK MAROS - Kepala Dinas Kesehatan Maros dr Yunus, mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 30 pasien telah dinyatakan sembuh. Sementara satu kasus lainnya masih menjalani perawatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Sebanyak 31 kasus campak ditemukan sejak Januari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus, mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 30 pasien telah dinyatakan sembuh.

Sementara satu kasus lainnya masih menjalani perawatan.

“Dari 31 kasus, 30 sudah sembuh dan satu masih dirawat,” katanya dikonfirmasi Tribun Timur, Rabu (15/4/2026).

Yunus juga menjelaskan, gejala campak umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah pada kulit yang disertai demam sekitar tujuh hari.

Ia menegaskan, pihaknya terus menggencarkan vaksinasi campak di seluruh fasilitas layanan kesehatan untuk mencagah penyebaran penyakit tersebut.

“Vaksinasi campak terus kita galakkan di Maros. Ini sebagai langkah pencegahan agar kasus tidak semakin meluas,” kata Mantan Kapus Bantimurung itu.

Oleh karena itu, ia mengimbau para orang tua, khususnya yang memiliki balita, agar segera membawa anaknya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi campak.

“Kami mohon bagi balita yang belum diimunisasi campak agar segera dibawa ke puskesmas dan faskes lainnya. Ini penting untuk mencegah penularan,” tegasnya.

Ia mengakui, saat pandemi COVID-19 lalu, minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sempat menurun, meskipun program tetap berjalan.

“Memang saat COVID-19, keinginan masyarakat untuk vaksin sempat berkurang,” katanya.

Ia menyebut, salah satu penyebab meningkatnya kasus campak adalah masih adanya anak yang belum mendapatkan imunisasi.

“Kita harus pastikan semua anak mendapatkan vaksin campak untuk menjaga antibodi dan imunitas. Kasus ini bisa meluas karena ada yang melewati vaksinasi,” jelasnya.

Ia pun memastikan stok vaksin dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Stok vaksin selalu tersedia karena kita rutin melaksanakan vaksinasi. Bukan hanya campak, tetapi juga vaksin lainnya seperti TBC, BCG, dan sebagainya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved