DPRD Bone
Sosok Mantan Kepala Desa Adriani Page, Berani Lapor Ketua DPRD Bone Didukung 34 Anggota Dewan
Adriani A. Page mendadak menjadi sorotan di tengah memanasnya dinamika politik DPRD Kabupaten Bone.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Nama Hj. Adriani A Page mendadak menjadi sorotan di tengah memanasnya dinamika politik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bone (DPRD Bone).
Legislator perempuan dari Fraksi PPP ini bertindak sebagai pelapor utama dalam Mosi Tidak Percaya yang dilayangkan 35 anggota DPRD Bone terhadap Ketua DPRD, Andi Tenri Walinonong, Jumat (10/10/2025).
Mosi Tidak Percaya (vote of no confidence) adalah pernyataan resmi dari lembaga legislatif (parlemen/DPR/DPRD) yang menyatakan hilangnya kepercayaan terhadap pimpinan atau pejabat publik tertentu — biasanya pemerintah, menteri, atau pimpinan lembaga legislatif itu sendiri.
Mosi tidak percaya adalah instrumen politik, bukan instrumen hukum, yang digunakan untuk menegur atau menuntut pergantian pejabat yang dinilai gagal, menyimpang, atau tidak lagi mendapat dukungan mayoritas anggota lembaga tersebut.
Dalam konteks parlemen, Mosi Tidak Percaya menjadi alat kontrol politik terhadap eksekutif maupun pimpinan lembaga legislatif.
PPP Kabupaten Bone mengontrol lima kursi di DPRD Bone.
Langkah politik berani ini diambil Adriani bukan atas dasar persoalan pribadi, melainkan didorong oleh tanggung jawab moral dan kelembagaan.
"Ini bukan persoalan pribadi, tapi persoalan lembaga. Kami hanya ingin mengembalikan marwah DPRD Bone agar berjalan sesuai aturan dan etika," tegasnya, Rabu (15/10/2025).
Politisi kelahiran 30 Desember 1978 ini membawa rekam jejak yang panjang dalam pemerintahan dan politik lokal.
Sebelum berkiprah di parlemen, Adriani menjabat sebagai Kepala Desa Waempubbu, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone selama dua setengah tahun.
Baca juga: 9 Anggota DPRD Bone Tolak Mosi Tak Percaya, Lilo AK: Selesaikan Secara Kekeluargaan
Di masa kepemimpinannya, ia dikenal dekat dengan masyarakat serta aktif memberdayakan perempuan dan menguatkan ekonomi desa.
Karier politiknya dimulai dari Partai PDK, kemudian berlanjut dua periode di bawah Partai Golkar.
Kini, ia mengemban amanah periode keempat melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Rekan-rekan di DPRD mengenal Adriani sebagai sosok tegas, konsisten, dan tidak ragu bersuara kritis terhadap kebijakan yang dianggap menyimpang dari tata tertib dewan.
Sikap inilah yang membuatnya dipercaya menjadi juru bicara mosi tidak percaya.
| Laporan Ketua DPRD Bone Masih Tertahan di Sekretariat BK |
|
|---|
| Ketua DPRD Bone Pimpin Rapat APBD Perubahan, Tapi Ogah Teken Berita Acara |
|
|---|
| Program Pemkab Bone Terancam Molor, Ketua DPRD Tak Teken APBD Perubahan |
|
|---|
| Jawab Keraguan Andi Tenri, Pj Sekda Bone: Target PAD Masih Bisa Dimaksimalkan |
|
|---|
| Lika-Liku Anggota DPRD Ribut Gegara Pro Kontra Kenaikan PAD Kabupaten Bone Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251015_LAPORKAN-KETUA-DPRD_laporkan-ketua-DPRD-Bone-2025.jpg)