Buruh Segel Kantor DPRD Bantaeng, Imbas Gagalnya RDP dengan PT Huadi
RDP itu dijadwalkan pukul 10.00 Wita namun tidak quorum alias anggota dewan yang hadir tidak mencapai 20+1 orang dari total 40.
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, BANTAENG - Kantor DPRD Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) disegel massa Serikat Buruh Pertambangan dan Industri (SBIPE), Kamis (11/9/2025) siang.
Pantauan Tribun-Timur.com, penyegelan dilakukan sekitar pukul 13.30 Wita.
Spanduk besar bertuliskan 'KANTOR DPRD BANTAENG DISEGEL' ditempel di pintu utama.
Masih dalam spanduk itu, sindiran keras juga tertulis 'DICARI KETUA DPRD BANTAENG'.
Aksi ini meletup setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Bantaeng batal.
RDP itu dijadwalkan pukul 10.00 Wita namun tidak quorum alias anggota dewan yang hadir tidak mencapai 20+1 orang dari total 40.
Lebih mengecewakan lagi, Direktur Utama PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI), Jos Stefan Hideky tak hadir sama sekali.
Padahal, RDP ini merupakan tindak lanjut pertemuan 8 September 2025 lalu.
"Saat itu DPRD berjanji menghadirkan semua pihak yang terlibat dalam kesepakatan 29 Juli 2025. Isi kesepakatan jelas, buruh yang di PHK yang disepakati adalah efesiensi mencegah kerugian harus mendapat pesangon penuh sesuai PP 35 Tahun 2021," kata Kepala Departemen Hukum, Advokasi, dan Kampanye Massa SBIPE, Junaedi Hambali.
"Kalau DPR saja tidak quorum, hasilnya dipastikan tidak ada gunanya. Apalagi Direksi Utama PT Huadi tidak hadir, padahal di sini ada mantan Ketua Disnaker dan Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah IV Sulsel," lanjutnya.
Menurut Junaedi, sikap PT Huadi memperlihatkan ketidaketisan perusahaan.
"DPRD sudah kirim surat resmi, tapi perusahaan tetap mangkir. Beberapa anggota DPRD juga tidak pernah muncul mengawal perjuangan buruh. Kalau DPRD Bantaeng tidak serius, kami bawa masalah ini ke DPR RI dan kementerian. Itu sama artinya mosi tidak percaya kepada DPRD Bantaeng," tegasnya.
Sementara itu, Mursalim, salah satu perwakilan buruh mengaku kecewa berat.
"Kami sudah tempuh berbagai cara tapi sampai sekarang tuntutan diabaikan, kami hanya minta DPRD sebagai wakil rakyat menyuarakan aspirasi kami. Kalau sekelas DPRD saja diabaikan perusahaan, apalagi kami buruh," katanya.
Karena pertemuan tak menghasilkan keputusan, Junaedi menutup rapat dengan pernyataan tegas.
| Ikuti Latihan Militer di Magelang, Cicu Asah Disiplin dan Integritas Selaku Ketua DPRD Sulsel |
|
|---|
| Ketua DPRD Palopo dan Luwu Ikuti KPPD Lemhanas di Magelang, Wajib MCU dan Bawa PDL Komcad |
|
|---|
| Ketua DPRD Takalar ke Akmil Magelang Ikuti KPPD Lemhannas, Biaya Awal Ditanggung Sendiri |
|
|---|
| Baru 2 dari 10 Ruas Dikerjakan, Sultan Tajang Desak Percepatan Proyek Multiyears |
|
|---|
| Masa Kejayaan Golkar Sulsel Mulai Pudar? Hasrullah: Kekalahan 2024 Jadi Alarm Bahaya Menuju 2029 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Massa-Serikat-Buruh-Pertambangan-dan-Industri-2025.jpg)