Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Unibos Kembangkan Budidaya Bawang Merah Ramah Lingkungan di Bantaeng

Tim dosen Unibos latih petani Bantaeng budidaya bawang merah ramah lingkungan dan olahan pascapanen bawang goreng serta pasta bawang merah.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
Unibos
PENGABDIAN UNIBOS – Tim Unibos berfoto bersama usai melakukan pengabdian di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Minggu (7/9/2025). Kegiatan berfokus pada budidaya bawang merah ramah lingkungan dan pengembangan produk pascapanen berupa bawang goreng renyah dan pasta bawang merah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Tim dosen Universitas Bosowa (Unibos) sukses menggelar pengabdian kepada masyarakat melalui skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Minggu (7/9/2025).

Tim diketuai Andi Muhibuddin, beranggotakan Zulkifli Maulana, Fatmawati, dan A Gunawan Ratu Chakti, serta melibatkan empat mahasiswa MBKM.

Program dilaksanakan bekerja sama dengan Kelompok Tani Anugerah dan Gapoktan Loka.

Fokus kegiatan pada pembibitan dan budidaya bawang merah ramah lingkungan melalui inovasi Biosaka-Plus.

Biosaka-Plus merupakan ramuan hayati berbasis alami untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Teknologi ini menekan biaya produksi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Petani diharapkan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, namun tetap memperoleh hasil panen optimal.

Baca juga: UMI Dominasi Penerima Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak 2025

Tim juga mengembangkan produk pascapanen berupa bawang goreng renyah dan pasta bawang merah.

Ketua Tim Pengabdian, Andi Muhibuddin, mengatakan Unibos berkomitmen menghadirkan solusi nyata melalui pengabdian masyarakat.

“Melalui Biosaka-Plus, kami ingin membuktikan bahwa pertanian ramah lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (8/9/2025).

Selain budidaya, program ini menekankan peningkatan nilai tambah melalui pelatihan pengolahan pascapanen.

Petani dilatih membuat bawang goreng renyah dan pasta bawang merah, dua produk yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha UMKM lokal.

Ketua Kelompok Tani Anugerah, Siti Amar, menilai pendampingan dari Unibos sangat membantu.

“Kami biasanya hanya menjual bawang merah segar. Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa menghasilkan produk olahan yang lebih menguntungkan,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Gapoktan Loka, Abd Jabbar, mengatakan kelompoknya menjadi motor penggerak pengembangan bawang merah di desa, sekaligus mitra strategis dalam penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved