Headline Tribun Timur
Bone Tunda Kenaikan Pajak
Pemkab Bone tunda kenaikan PBB-P2 usai aksi unjuk rasa ricuh. Sekda: akan dikaji ulang dan disesuaikan bagi yang sudah bayar..
Namun ia tak menjelaskan ke mana Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin.
Kepala Bappeda Bone, Angkasa, mengaku jika nilai tanah naik, harga jual tanah juga akan meningkat.
Sehingga akan membuat masyarakat untung.
Dalam unjuk rasa kemarin, sejumlah demonstran menggunakan topeng berbentuk tikus terlihat membawa koper dari kardus.
Di koper tertulis “Uangnya Asman”, “Uangnya Akmal”, dan “Uangnya Angkasa”.
Tulisan itu merujuk pada nama-nama pejabat di Kabupaten Bone.
Andi Asman Sulaiman Bupati Bone, Andi Akmal Wakil Bupati Bone, Angkasa Kepala Bappeda Bone.
Emak-emak juga tak tinggal diam. Mereka berbaur ke dalam barisan menolak kenaikan PBB.
“Kami ini ibu rumah tangga, beban hidup makin berat. Harga kebutuhan pokok naik, ditambah lagi pajak dinaikkan, makin susah kami,” ujar seorang emak-emak.
“Mana pak bupati? Keluarki pak bupati, kenapa dikasih naik lagi pajak. Beras sudah mahal, pajak naik lagi. Susahki begini,” tegasnya.
“Kami hanya ingin bertemu dengan bupati Bone menyampaikan penolakan atas kebijakan kenaikan PBB-P2," ujar seorang demonstran.
Jendral Lapangan unjuk rasa, Rafli Fasyah, mengaku meninggalkan pekerjaannya demi menyampaikan aspirasi.
Namun bupati dan wakil bupati tak mau menemuinya.
"Di mana tanggung jawab mereka sebagai pemimpin?,"ujar Rafli fasyah.
Ketidakhadiran bupati dan wakil bupati menunjukkan sikap abai terhadap jeritan rakyat.
“Seharusnya mereka berdiri di depan rakyat, bukan bersembunyi di balik aparat," tambah Rafli fasyah. (*)
SELENGKAPNYA DI HL TRIBUN TIMUR EDISI RABU (20/8/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-08-20-hl-tribun.jpg)