Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pria 48 Tahun di Bone Ditemukan Tewas Tergantung dalam Rumah

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Raihan, sekitar pukul 06.00 Wita

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Wahdaniar
PENEMUAN MAYAT- Potret Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra yang dibadikan beberapa waktu lalu. Pria 48 tahun di Bone ditemukan tewas tergantung di dalam rumah, diduga depresi karena masalah rumah tangga. 

Ringkasan Berita:
  • Burhanuddin (48) ditemukan tewas tergantung dalam rumah di Pappolo Bone
  • Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Raihan, sekitar pukul 06.00 Wita
  • Korban diketahui telah pisah ranjang dengan istrinya yang saat ini berada di Sulawesi Tenggara

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Warga Lingkungan Ceppaga, Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan peristiwa seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Rabu (27/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Burhanuddin (48), warga Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Raihan, sekitar pukul 06.00 Wita.

Saat itu, Raihan datang ke rumah korban untuk mengantarkan makanan. 

Namun setibanya di dalam rumah, ia mendapati ayahnya dalam kondisi tergantung di dekat tempat tidur dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Mengetahui hal tersebut, Raihan kemudian bergegas keluar rumah untuk meminta bantuan kepada keluarga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Salah seorang warga yang juga merupakan kerabat korban, Ahmad (52), mengaku terkejut saat mendengar kabar tersebut.

"Kami semua kaget karena korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Tidak ada yang menyangka akan terjadi seperti ini. Beberapa waktu terakhir memang beliau lebih sering menyendiri," ujarnya saat dikonfirmasi.

Setelah menerima informasi dari anak korban, keluarga segera mendatangi rumah tersebut dan melepaskan tali yang digunakan korban sebelum memindahkan jenazah ke atas tempat tidur.

Menurut keterangan keluarga, korban diduga mengalami depresi akibat persoalan rumah tangga yang dihadapinya dalam beberapa bulan terakhir.

Korban diketahui telah pisah ranjang dengan istrinya yang saat ini berada di Sulawesi Tenggara.

Kondisi tersebut disebut-sebut membuat korban mengalami tekanan psikologis dan lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri.

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Benar, kami menerima laporan adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di wilayah Kelurahan Pappolo. Personel Polsek Tanete Riattang telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga maupun saksi-saksi," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved