Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Vladimir Putin Undur 30 Menit untuk Menguji Donald Trump

Alasan strategis di balik pemilihan Alaska sebagai tempat pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Kandidat Doktor Hubungan Internasional, Global dan Riset Regional dari University People’s Friendship of Russia, Achmad Firdaus Hasrullah 

Achmad Firdaus Hasrullah SIP MIR

Mahasiwa Doktor Hubungan Internasional dari University People’s Friendship of Russia

ALASAN strategis di balik pemilihan Alaska sebagai tempat pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin dikarenakan lokasi ini bukanlah keputusan acak, melainkan sebuah pilihan yang sarat akan makna politik dan logistik.

Alaska sebagai lokasi pertemuan antara kedua pemimpin, jauh dari hingar-bingar ibu kota masing-masing, merupakan keputusan strategis yang menawarkan beberapa keuntungan.

Pertama, secara geografis, Alaska berfungsi sebagai titik tengah netral.

Terletak di antara benua Asia dan Amerika Utara, wilayah ini memungkinkan kedua pemimpin untuk bertemu di lokasi yang tidak memberikan keuntungan logistik yang signifikan kepada salah satu pihak.

Ini menghindari simbolisme politik yang kuat dari pertemuan di Gedung Putih atau Kremlin, yang dapat ditafsirkan sebagai pengakuan dominasi salah satu pihak.

Kedua, Alaska memiliki simbolisme historis yang unik.

Dahulu merupakan wilayah kekuasaan Rusia sebelum dijual ke AS pada tahun 1867, pertemuan di sini dapat diartikan sebagai pengingat akan sejarah bersama dan hubungan yang telah terjalin lama.

Hal ini memberikan nuansa yang lebih mendalam pada dialog, seolah-olah kedua negara sedang meninjau kembali hubungan mereka dari perspektif sejarah.

Terakhir, dari segi keamanan dan logistik, Joint Base Elmendorf-Richardson adalah lokasi yang ideal.

Sebagai pangkalan militer yang sangat terkendali, lokasi ini menawarkan lingkungan yang aman dan terisolasi dari potensi ancaman dan gangguan.

Hal ini memungkinkan kedua tim untuk bernegosiasi tanpa terpengaruh oleh protes, media yang terlalu intens, atau gangguan publik yang tak terduga, yang hampir pasti terjadi jika pertemuan dilangsungkan di kota besar seperti Washington DC atau New York.

Ada kejadian unik dalam pertemuan kali ini, Presiden Putin yang membuat Presiden Trump menunggu selama 30 menit di bandara bukanlah insiden yang tidak disengaja.

Dalam dunia diplomasi tingkat tinggi, setiap detail memiliki makna. Keterlambatan yang disengaja seperti ini adalah taktik yang sering digunakan Putin oleh kepala negara yang lain dan memiliki beberapa fungsi psikologis dan politik. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved