Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banyak Pasien Tak Sadar Terinfeksi TBC, Ulasan dr Nurjannah Cara Penanganannya

Banyak pasien enggan memeriksakan diri atau berhenti minum obat di tengah jalan karena merasa sudah sembuh.

Tayang:
Penulis: Risma Syam | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
dr Nurjannah Lihawa 2025 

Padahal, batuk yang tidak kunjung sembuh, nyeri dada, susah bernapas, penurunan berat badan, hingga keringat berlebih di malam hari bisa jadi tanda TBC.

“TBC memang bisa menyebabkan batuk darah, tapi tidak semua batuk darah pasti TBC. Harus dipastikan melalui pemeriksaan dokter," jelasnya.

Menurut dr Nuke, meski sudah lama ditemukan dan tersedia obatnya, tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang sulit diberantas.

“TBC ini bisa bertahan lama dalam tubuh manusia tanpa menimbulkan gejala apapun. Tapi saat daya tahan tubuh melemah, kuman yang ‘tidur’ atau dorman itu bisa aktif dan menyebabkan sakit,” tambahnya.

Kondisi ini juga membuat TBC sering muncul bertahun-tahun setelah seseorang terpapar.

Maka, kunci pencegahannya yaitu kekuatan sistem imun dan pola hidup sehat.

Penyakit ini mudah menyebar di lingkungan padat penduduk, terutama jika ventilasi udara di rumah buruk.

“TBC menular lewat udara, seperti COVID-19. Kalau udara di ruangan tidak mengalir keluar, maka risiko penularannya semakin tinggi,” jelasnya.

Kelompok yang rentan terkena TBC pun cukup luas. Anak-anak dan lansia lebih berisiko karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna atau mulai menurun.

Tapi usia produktif juga tidak aman.

“Bisa saja seseorang terpapar saat kecil tapi tidak sakit, melainkan saat usia dewasa, karena sistem imun menurun yang disebabkan karena sering begadang, stres, atau merokok. Sehingga kumannya baru aktif,” tambahnya.

Karena itu, lanjut dr Nuke, jika dalam satu rumah ada anggota keluarga yang sudah terdiagnosis TBC, seluruh penghuni rumah atau orang terdekatnya sebaiknya diperiksa dan segera menjalani terapi pencegahan jika diperlukan.

“Kalau tidak segera dicegah, satu rumah bisa saling menularkan terus. Istilahnya bisa ‘pingpong’ infeksi, sembuh total lalu tertular lagi,” jelas dr Nuke.

Di akhir penyampaiannya, dr Nuke menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memakai masker saat kontak dengan pasien TBC untuk mengurangi risiko penularan.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved