Makassar Mulia

Strategi Munafri Hadapi Kemarau Panjang: Siapkan 1.000 Tandon hingga Buat Sumur Bor

Humas Pemkot Makassar
HADAPI KEMARAU - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Sekretaris Daerah Andi Zulkifli Nanda di Balaikota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/4/2026). Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan langkah mitigasi menghadapi ancaman kemarau panjang.  
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lebih dari 1.000 unit tandon air dan pembangunan sumur bor mengatasi krisis air bersih.
  • BPBD telah menyusun Master Plan dan Rencana Kontinjensi (Renkon) sebagai pedoman teknis penanganan bencana.
  • Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menginstruksikan lintas instansi untuk mewaspadai tiga ancaman utama El Nino, yaitu krisis air bersih, risiko kebakaran, dan gangguan kesehatan masyarakat.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan langkah mitigasi menghadapi ancaman kemarau panjang akibat fenomena el nino.

El Nino adalah fenomena iklim alami berupa pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang lebih hangat dari rata-rata normal.

Fenomena ini melemahkan angin pasat, memicu perubahan pola cuaca global, dan sering menyebabkan curah hujan berkurang drastis atau kekeringan.

Salah satu strategi disiapkan Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin adalah dengan penyediaan 1.000 unit tandon air untuk mengantisipasi krisis air bersih.

Persiapan tersebut dikoordinasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama lintas instansi dan sejumlah stakeholder.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli Tahar mengatakan tandon air akan didistribusikan ke titik rawan kekurangan pasokan air bersih.

"Kita sudah siapkan beberapa (lanhkah mitigasi) seperti penyediaan tandon air 1.000 lebih ke wilayah terdampak (kekeringan),” kata Fadli di Kantor BPBD Makassar Jl Kerung-kerung, Selasa (28/4/2026). 

Saat ini, BPBD Makassar juga telah memiliki stok awal sekitar 100 unit tandon yang akan disalurkan secara bertahap ke wilayah prioritas.

Penyaluran tersebut difokuskan kepada masyarakat yang telah merasakan dampak kekeringan.

Baca juga: Munafri Paparkan Strategi Aglomerasi Sampah Makassar Raya ke Konsul Jepang, Dorong Proyek PSEL

"Kami sekarang stok di kantor ini ada sekitar 100 tandon. Itu yang akan kita bagi-bagi sementara, dengan unsur prioritas dulu," ungkapnya.

Selain tandon air, Pemkot Makassar juga menyiapkan pembangunan sumur bor terbatas melalui Dinas Pekerjaan Umum. 

Langkah tersebut diharapkan dapat menambah sumber pasokan air bersih bagi warga di wilayah rawan kekeringan. 

Sejauh ini, BPBD sebagai leading sector kebencanaan telah menyusun master plan penanganan bencana kekeringan. 

Master plan tersebut akan menjadi pedoman saat kondisi darurat terjadi.

Seluruh skenario penanganan sudah dituangkan dalam dokumen Rencana Kontinjensi atau Renkon. 

Menurutnya, dokumen tersebut memuat petunjuk teknis penanganan berbagai potensi bencana, termasuk kekeringan.

"Segala macam kebencanaan di Kota Makassar kita sudah punya Renkon-nya, kita sudah punya penanggulangannya, kita sudah punya petunjuk teknisnya," katanya.

Fadli memetakan, ada tiga dampak utama El Nino yang harus diantisipasi. 

Yakni krisis air bersih, kebakaran, dan gangguan kesehatan masyarakat.

Ancaman kebakaran dinilai meningkat karena suhu udara lebih panas sehingga api mudah merambat. 

Dinas Pemadam Kebakaran juga disiapkan untuk membangun posko di kawasan padat penduduk dan titik rawan kebakaran.

Sementara gangguan kesehatan yang diprediksi muncul antara lain ISPA, penyakit kulit, hingga gangguan pernapasan lainnya.

Karena itu, Dinas Kesehatan diminta menyiapkan obat-obatan serta langkah pencegahan sejak dini.

"Yang paling penting sebenarnya dalam kebencanaan ini adalah tiga dampak utama yang perlu kita waspadai, yakni krisis air, kebakaran, dan gangguan kesehatan," tutur Fadli.

BPBD menyebut status siaga maupun tanggap darurat akan dipertimbangkan pada awal Mei berdasarkan perkembangan cuaca dan data BMKG.

Jika status tanggap darurat ditetapkan Wali Kota Makassar, maka akses bantuan anggaran pusat dapat segera dibuka.

Pemkot Makassar juga mendorong keterlibatan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi bencana kekeringan. 

Warga diminta menyiapkan langkah mandiri, menjaga cadangan air, serta memahami prosedur penanganan awal saat kondisi darurat terjadi.

Buat Sumur Bor

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan kesiapan menghadapi kekeringan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. 

Pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, khususnya pasokan air bersih.

Aalah satu fokus utama adalah memperkuat sistem perencanaan dan kesiapan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar distribusi air tetap berjalan optimal selama musim kering.

“Yang paling pertama, sistem perencanaan dari kesiapan PDAM," ujar Appi, sapaan Munafri. 

Saat ini, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diarahkan untuk mengantisipasi krisis air. 

Misalnya pembangunan sumur bor di wilayah rawan kekeringan.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memaksimalkan program tersebut agar akses air bersih tetap tersedia bagi masyarakat.

Pemkot juga akan melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan setiap instansi memiliki peran yang jelas dalam menghadapi potensi krisis air.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Siti Aminah