Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Data Dinas Sosial: Separuh Warga Sulsel Masuk Kategori Miskin

Data ini dihimpun dari input operator di tingkat desa dan kelurahan yang tersebar di 24 kabupaten/kota.

|
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/RENALDI
SEKOLAH RAKYAT - Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, saat ditemui di Kantor Dinsos Sulsel, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Selasa (1/7/2025). Malik sebut 4,6 juta masyarakat sulsel masuk dalam DTKS 

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, Pemprov Sulsel mendorong pelatihan vokasional untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro.

Pelatihan ini melibatkan sejumlah instansi lintas sektor seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pariwisata.

Baca juga: 4000 KK di Bone Masuk Kategori Miskin Ekstrem, Pengamat Sebut Program Pemerintah Belum Tepat Sasaran

“Karena kemiskinan ini bukan hanya jadi tanggung jawab Dinas Sosial saja, tapi juga instansi lain. Tujuannya agar masyarakat punya keterampilan, bisa mandiri, dan memiliki penghasilan sendiri,” jelasnya.

Ia berharap melalui sinergi lintas sektor ini, angka kemiskinan bisa ditekan secara berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada bantuan tunai tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat akar rumput.

Sosiolog Universitas Negeri Makassar, Idham Irwansyah menyebut stagnansi angka kemiskinan menunjukkan belum adanya intervensi efektif dari pemerintah

"Data kemiskinan yang cenderung stagnan menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan belum efektif dan tepat sasaran," katanya.

Idham menyebut ada banyak faktor yang menjadi penyebab kemiskinan bisa bertahan.

Bahkan sifatnya multi dimensional sehingga taraf hidup masyarakat tergolong rendah. 

"Selain itu, karakteristik wilayah yang berbeda sehingga sumber penyebab bisa jadi juga berbeda di setiap Kabupaten/kota, atau antar daerah pesisir, kepulauan, dataran tinggi dan dataran rendah," lanjutnya.

Lebih jauh termasu ketersediaan sarana prasarana Pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur lainnya.

Sarana dan prasanan yang belum memadai dan tidak merata ini berdampak pada angka kemiskinan tersebut.

"Sehingga berdampak Kepada akses layanan yang juga tidak merata," lanjutnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved