Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ngopi Akademik

Damai Itu Indah

Jawabnya tentu saja sebagai kajian konflik, kekerasan dan perdamaian yang muaranya pada masyarakat itu sendiri yang harmonis.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
OPINI - Rahmat Muhammad Ketua Prodi S3 Sosiologi Unhas 

Oleh: Rahmat Muhammad 

Ketua Prodi S3 Sosiologi Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang kawan bertanya, apakah Sosiologi juga jelaskan tentang peperangan?

Jawabnya tentu saja sebagai kajian konflik, kekerasan dan perdamaian yang muaranya pada masyarakat itu sendiri yang harmonis.

Menarik hal ini diurai atas konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang meletus kembali pada Juni 2025, masyarakat dunia menyaksikan serangkaian serangan udara, rudal balistik dan drone berseliweran di langit Timur Tengah.

Dimulai dari serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, konflik berkembang menjadi pertukaran serangan lintas negara yang menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya, termasuk warga sipil.

Israel menyebut serangan terhadap kota-kota di Iran sebagai bentuk pencegahan terhadap ancaman nuklir.

Dalam satu malam, jet tempur Israel menghantam lebih dari 100 lokasi strategis, termasuk kompleks pengayaan uranium di Natanz dan pusat militer di Esfahan.

Pemerintah Israel mengklaim telah menargetkan pusat-pusat pengembangan senjata dan membunuh sejumlah ilmuwan senior Iran, yang disebut terlibat dalam proyek nuklir ofensif.

Di sisi lain Iran tak tinggal diam, dalam balasan yang disebut sebagai “hak sah atas pertahanan diri,” mendapat dukungan dunia bahkan warga AS sendiri dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel.

Salah satu yang paling tragis adalah jatuhnya misil Sejjil di kawasan sipil Beersheba, menghantam rumah sakit Soroka dan menyebabkan kerusakan parah.

Pemerintah Iran mengklaim serangannya terfokus pada sasaran militer, tetapi realitas di lapangan menunjukkan jatuhnya korban dari kalangan sipil, termasuk anak-anak.

Upaya gencatan senjata sempat dilakukan sepihak lewat mediasi Presiden AS Donald Trump dan pemerintah Qatar.

Namun, kesepakatan yang dicapai pada 23 Juni itu nyaris langsung dilanggar oleh Israel yang membuat Trump kecewa, saat yang sama Iran meluncurkan misil tambahan beberapa jam setelah tenggat gencatan, sementara Israel merespons dengan serangan udara ke pinggiran Teheran. 

Kedua negara saling menuduh sebagai pelanggar pertama dan situasi kembali memasuki spiral kekerasan di hari ke 13 perang tersebut.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved