Opini
Perbedaan Pendapat dalam Islam
Ibnu Katsir dalam menjelaskan ayat tersebut berkata bahwa perbedaan atau perselisihan adalah bagian dari sunnatullah yang dikehendaki-Nya.
Allah Bolehkan, Manusia Melarang
Perbedaan pendapat juga terlihat pada Keberagaman mazhab fiqh (seperti Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) ini menunjukkan betapa luasnya khazanah keilmuan Islam.
Perbedaan tersebut memperkaya umat dalam memberikan pilihan dalam beribadah sesuai konteks dan kondisi masing-masing.
Namun, semua mazhab sepakat dalam hal pokok (ushul) agama seperti tauhid, shalat, zakat, puasa, dan haji.
Dengan demikian, perbedaan pendapat dalam Islam bukanlah hal yang harus ditakuti atau harus dihindari, melainkan disikapi dengan ilmu, akhlak, dan toleransi.
Kalau Allah SWT saja mempersilahkan kita berselisih pendapat, lalu bagaimana halnya manusia yang melarang kita untuk berbeda pendapat? Termasuk tentunya para pejabat negara dalam bernegara.
Jadi, berselisih atau berbeda dengan mereka, adalah wajar saja. Wallahu a’lam bisawwabe.(*)
| Merawat Kemerdekaan di Tengah Krisis Ekologis |
|
|---|
| Tanaman Jungrahab Kalimantan: Dari Tradisi ke Potensi Antiinflamasi |
|
|---|
| Mengapa Harmonisasi Pembangunan Daerah Harus Melibatkan Universitas |
|
|---|
| Hukum yang Hidup dalam Peraturan Daerah |
|
|---|
| Menunaikan Komitmen Moral sang Proklamator Adalah wujud Amal Jariah Presiden Prabowo Subianto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Aswar-Hasan-Dosen-Fisipol-Unhas-52.jpg)