Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Perbedaan Pendapat dalam Islam

Ibnu Katsir dalam  menjelaskan ayat tersebut  berkata bahwa perbedaan atau perselisihan adalah bagian dari sunnatullah yang dikehendaki-Nya.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Aswar Hasan Dosen Fisipol Unhas   

Oleh: Aswar Hasan

Dosen Fisipol Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Wa law sha'a rabbuka la-ja'alan-nasa ummatan waḥidah, wa la yazaluna mukhtalifīn. 

Artinya (Kemenag RI): "Dan sekiranya Tuhanmu menghendaki, niscaya Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat," (QS. Hūd: 118).

Ibnu Katsir dalam  menjelaskan ayat tersebut  berkata bahwa perbedaan atau perselisihan adalah bagian dari sunnatullah yang dikehendaki-Nya.

Sementara itu, Wahbah az  Zuhaili dalam tafsir Al Munir jilid 6 halaman 426, menyatakan tidak ada pemaksaan di sini dan Allah SWT tidak memaksa mereka untuk mengikuti agama yang benar, tetapi Allah hanya memberi pilihan kepada mereka yang merupakan dasar takliif (pembebanan hukum).

Sebagian mereka memilih kebenaran dan sebagian lagi memilih kebatilan. Akibatnya mereka berselisih dan senantiasa terus berselisih kecuali orang yang diberi Rahmat oleh Tuhanmu.

Perbedaan Itu Ujian

Sayyid Qutb mengatakan bahwa jika Allah berkehendak, Dia dapat menciptakan manusia sebagai satu umat dengan satu keyakinan.

Namun, Allah menghendaki manusia memiliki kehendak bebas, agar hidup ini menjadi ladang ujian bagi mereka.

“Allah tidak memaksa manusia menjadi satu umat karena kehendak Ilahiah menghendaki adanya pilihan, perbedaan, sebagai dinamika dan ujian dalam kehidupan.”

Kehidupan, kata Sayyid Qutb, bukan tempat untuk pemaksaan dan peniadaan keragaman, melainkan medan perjuangan dan sebagai pertanggungjawaban secara pribadi.

Perbedaan adalah Sunnatullah dalam sejarah, karena itu Sayyid Qutb menafsirkan bahwa perbedaan di kalangan manusia telah terjadi sepanjang sejarah, bahkan di tengah bangsa, suku, bahkan keluarga sendiri.

Olehnya itu menurutnya; “Perbedaan dalam aqidah, pandangan, dan sikap hidup adalah bagian dari tabiat manusia yang hidup dalam dunia pilihan dan kebebasan.

Niscaya dan Tidak Dibolehkan

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved