Opini
Kami Bersama Yuran
Laga ini menuai kontroversi akibat kepemimpinan wasit yang dinilai tidak menjalankan Laws of the Game secara adil.
Atlet seperti Yuran memiliki posisi strategis dalam masyarakat karena mereka adalah figur publik dengan pengaruh besar.
Mereka sering dipandang sebagai panutan dan simbol nasionalisme, sehingga suara mereka mampu menjangkau khalayak luas.
Selain itu, atlet dianggap memiliki legitimasi moral karena perjuangan, kedisiplinan, dan dedikasi mereka dalam dunia olahraga.
Melalui media sosial, mereka juga memiliki akses langsung ke publik, memungkinkan mereka untuk menyampaikan kritik secara terbuka.
Kesadaran kritis terhadap posisi mereka dalam struktur sosial menjadikan para atlet mampu menggunakan ketenaran untuk mendorong perubahan sosial yang lebih luas.
Kasus Yuran Fernandes juga dapat dianalisis melalui teori kritis Jürgen Habermas.
Dalam kerangka ini, tindakan Yuran menghidupkan konsep "ruang publik" atau public sphere, yaitu ruang di mana masyarakat dapat berdiskusi secara rasional dan terbuka mengenai isu-isu sosial.
Ketika Yuran mengungkapkan kritiknya melalui media sosial, ia membuka ruang perdebatan dan kesadaran publik tentang kualitas sepak bola nasional.
Hal ini sejalan dengan konsep “tindakan komunikatif” Habermas, di mana komunikasi yang ideal lahir dari pengalaman langsung dan bertujuan untuk mencapai pengertian bersama, bukan manipulasi atau dominasi oleh sistem.
Dalam kasus ini, sistem—yang diwakili oleh otoritas pertandingan dan federasi—telah mendominasi ruang publik, dan kritik Yuran menjadi bentuk perlawanan yang berangkat dari pengalaman personal sebagai pelaku langsung.
Lebih jauh lagi, kritik Yuran adalah bentuk emansipasi sosial, yaitu usaha membebaskan masyarakat dari sistem yang timpang.
Ia mengajak pencinta sepak bola untuk melihat realitas yang selama ini ditutupi oleh narasi formal dan pencitraan belaka.
Gerakan #KamiBersamaYuran yang viral di media sosial mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif di kalangan publik.
Gerakan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar bahwa meskipun sepak bola Indonesia sering diklaim telah membaik dari segi infrastruktur dan sumber daya manusia, masih banyak masalah yang belum terselesaikan dan sering kali diabaikan.
Kritik dari seorang pemain seperti Yuran seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai masukan untuk membenahi sistem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dr-Andi-Ahmad-Hasan-Tenriliweng-MSi-Dosen-Sosiologi-Unhas-8.jpg)