Wawancara Eksklusif Tribun Timur
Kunci Haji Mabrur: Jaga Niat, Pulang Jadi Pribadi Bermanfaat
Jamaah Calon Haji (JCH) tentunya melakukan persiapan untuk memperoleh haji mabrur.
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Hasriyani Latif
Kami juga hadir di asrama haji dengan membuka posko Telkomsel. Di posko, kami kembali memastikan bahwa para calon jemaah sudah memiliki kuota sesuai kebutuhannya.
Edukasi langsung tentang cara membeli paket, memilih kuota yang tepat, dan bagaimana mengaktifkannya. Selain itu, kami juga memberikan berbagai gimik atau perlengkapan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan jemaah, seperti bantal leher, tablet holder, dan payung bagi mereka yang membeli produk kami.
Tanggung jawab terbesar selaku kabid?
Ikbal: Memastikan jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan tentunya meraih haji yang mabrur. Alhamdulillah, sampai saat ini administrasi jemaah sudah 100 persen selesai, baik paspor maupun visa, totalnya ada 7.272 jemaah dari Sulsel.
Proses pemberangkatan?
Ikbal: Sejak tanggal 2 Mei berjalan lancar, bahkan dihadiri oleh pejabat seperti Gubernur, unsur Forkopimda, serta perwakilan dari BPHJ. Dalam momen pemberangkatan itu, kami juga menyampaikan kepada jemaah untuk menjaga kesehatan dan niat mereka.
Haji itu panggilan Allah. Jadi kami ingatkan agar niatnya jangan karena ingin gelar atau hal lainnya. Semua amal tergantung pada niat. Kalau niatnya keliru, maka hasilnya juga bisa tidak baik.
Karena itu, sejak manasik, kami fokus membimbing jemaah untuk memperbaiki niat. Bahkan ada yang sampai terharu dan menangis saat menyadari bahwa haji ini benar-benar panggilan Allah SWT.
Kemabruran haji?
Ikbal: Bukan saat di Tanah Suci, tapi justru saat mereka kembali. Apakah jamaah bisa menjalankan apa yang telah dijanjikan kepada Allah. Misalnya, menjadi lebih taat salat, menyebar salam kepada sesama, serta berbagi makanan kepada yang membutuhkan. Mabrur itu terlihat dari perubahan nyata, apakah dia menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi lingkungan dan keluarganya.
Tips khusus buat jamaah?
Ikbal: Kami selalu tekankan pentingnya niat di awal. Niat untuk berubah menjadi lebih baik itu harus dimulai sejak sebelum berangkat haji. Ketika niatnya sudah benar, yakni karena memenuhi panggilan Allah dan ingin menyempurnakan keislaman maka proses pelaksanaan ibadah pun akan lebih tertib dan khusyuk.
Itu yang akan membentuk kekhusyukan dan ketulusan dalam beribadah, dan InsyaAllah akan membekas hingga mereka kembali.
Apalagi saat momen-momen penting seperti berdoa di depan Ka'bah atau wukuf di Arafah adalah waktu terbaik untuk bertobat dan berkomitmen pada perubahan.
Kalau jamaah benar-benar menghayati proses itu, maka InsyaAllah mereka akan pulang membawa perubahan positif, menjadi pribadi yang bermanfaat untuk keluarga, agama, dan bangsa.
| Normalisasi Israel Picu Penolakan Publik di Kawasan |
|
|---|
| Iran di Persimpangan: Politik, Agama dan Suksesi Ali Khamenei |
|
|---|
| Cerdas Kendalikan Hama: Ingat, Tikus Itu Cerdas dan Adaptif |
|
|---|
| Pesan Waisak 2025: Kendalikan Tiga Akar Kejahatan |
|
|---|
| Cerita Herdianto Marzuki Ketua DPRD Morowali, Alumnus UMI Pilih Ngekos 2 Periode |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kabid-Penyelenggara-Haji-dan-Umrah-Kemenag-Sulsel-Ikbal-Ismail-hyy.jpg)