Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wawancara Eksklusif Tribun Timur

Normalisasi Israel Picu Penolakan Publik di Kawasan

Normalisasi hubungan sejumlah negara Timur Tengah dengan Israel memicu beragam respons di kawasan.

Tribun-timur.com
IRAN VS ISRAEL - Tangkapan layar dari media sosial yang telah diverifikasi AFPTV, memperlihatkan kehancuran setelah serangan Israel ke Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). (AFP) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Normalisasi hubungan sejumlah negara Timur Tengah dengan Israel memicu beragam respons di kawasan.

Sebagian pemerintah membuka hubungan diplomatik dan kerja sama perdagangan dengan Israel.

Namun di sisi lain, sentimen publik di beberapa negara masih menunjukkan penolakan kuat.

Demikian dikatakan Kepala International Office Universitas Islam Internasional Indonesia, Muhammad Yazid, dalam program Ngobrol Virtual (Ngovi) yang disiarkan melalui YouTube Tribun Timur, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, alasan normalisasi berbeda-beda di tiap negara.

Ada yang didorong pertimbangan ekonomi, keamanan, hingga kepentingan geopolitik.

Namun, kebijakan pemerintah tidak selalu sejalan dengan sikap masyarakat.

Di sejumlah negara, penolakan terhadap hubungan dengan Israel masih sangat kuat.

Bahkan, ada negara di kawasan tetap bersikap keras dan mempertahankan aturan yang membatasi atau mengkriminalisasi hubungan dengan Israel.

Dinamika ini menunjukkan bahwa persoalan di Timur Tengah bukan sekadar hubungan antarnegara, tetapi juga menyangkut sejarah panjang, identitas, dan sentimen publik yang belum sepenuhnya mereda.

Bagaimana sentimen Syiah dan Sunni jika dikaitkan dengan konflik hari ini?

Di dunia Muslim tentu ada perbedaan pandangan dan keberpihakan.

Perang di Palestina saat ini jauh lebih banyak disorot dibandingkan konflik antara Iran dan Israel.

Sebagian pihak memandang konflik Iran sebagai persoalan nasional yang tidak secara langsung berkaitan dengan pembebasan Palestina.

Sementara itu, mayoritas warga Palestina sendiri bermazhab Sunni.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved