Wawancara Eksklusif Tribun Timur
Normalisasi Israel Picu Penolakan Publik di Kawasan
Normalisasi hubungan sejumlah negara Timur Tengah dengan Israel memicu beragam respons di kawasan.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Normalisasi hubungan sejumlah negara Timur Tengah dengan Israel memicu beragam respons di kawasan.
Sebagian pemerintah membuka hubungan diplomatik dan kerja sama perdagangan dengan Israel.
Namun di sisi lain, sentimen publik di beberapa negara masih menunjukkan penolakan kuat.
Demikian dikatakan Kepala International Office Universitas Islam Internasional Indonesia, Muhammad Yazid, dalam program Ngobrol Virtual (Ngovi) yang disiarkan melalui YouTube Tribun Timur, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, alasan normalisasi berbeda-beda di tiap negara.
Ada yang didorong pertimbangan ekonomi, keamanan, hingga kepentingan geopolitik.
Namun, kebijakan pemerintah tidak selalu sejalan dengan sikap masyarakat.
Di sejumlah negara, penolakan terhadap hubungan dengan Israel masih sangat kuat.
Bahkan, ada negara di kawasan tetap bersikap keras dan mempertahankan aturan yang membatasi atau mengkriminalisasi hubungan dengan Israel.
Dinamika ini menunjukkan bahwa persoalan di Timur Tengah bukan sekadar hubungan antarnegara, tetapi juga menyangkut sejarah panjang, identitas, dan sentimen publik yang belum sepenuhnya mereda.
Bagaimana sentimen Syiah dan Sunni jika dikaitkan dengan konflik hari ini?
Di dunia Muslim tentu ada perbedaan pandangan dan keberpihakan.
Perang di Palestina saat ini jauh lebih banyak disorot dibandingkan konflik antara Iran dan Israel.
Sebagian pihak memandang konflik Iran sebagai persoalan nasional yang tidak secara langsung berkaitan dengan pembebasan Palestina.
Sementara itu, mayoritas warga Palestina sendiri bermazhab Sunni.
| Iran di Persimpangan: Politik, Agama dan Suksesi Ali Khamenei |
|
|---|
| Cerdas Kendalikan Hama: Ingat, Tikus Itu Cerdas dan Adaptif |
|
|---|
| Pesan Waisak 2025: Kendalikan Tiga Akar Kejahatan |
|
|---|
| Cerita Herdianto Marzuki Ketua DPRD Morowali, Alumnus UMI Pilih Ngekos 2 Periode |
|
|---|
| Kunci Haji Mabrur: Jaga Niat, Pulang Jadi Pribadi Bermanfaat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/IRAN-VS-ISRAEL-Tangkapan-layar-dari-media-sosial.jpg)