Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wawancara Eksklusif Tribun Timur

Iran di Persimpangan: Politik, Agama dan Suksesi Ali Khamenei

Iran secara sosial adalah masyarakat ramah dan sangat menghargai sesama umat manusia.

TRIBUN-TIMUR.COM - Wafatnya Ali Khamenei memunculkan berbagai spekulasi tentang arah masa depan Iran.

Negara yang selama puluhan tahun berada di bawah kepemimpinan Rahbar dengan legitimasi politik dan keagamaan kuat itu kini dinilai memasuki fase krusial.

Topik ini menjadi pembahasan utama dalam program Ngobrol Virtual (Ngovi), disiarkan langsung melalui YouTube Tribun Timur, Senin (2/3/2026).

Tribun Timur menghadirkan pengamat Timur Tengah Dr Supa Athana dan Dr Syahrir Karim, dipandu Fiorena Jieretno.

Diskusi mengulas kondisi internal Iran, dinamika politik kawasan, hingga potensi suksesi kepemimpinan pasca-Khamenei.

Jurnalis Tribun Timur M Jabal Qubais merangkum perbincangan itu dalam bentuk wawancara khusus. Berikut petikan tanya jawabnya.

Bisa digambarkan sedikit suasana internal negara Iran?

Supa Athana: Iran secara sosial adalah masyarakat ramah dan sangat menghargai sesama umat manusia.

Bahkan, pengakuan atas persamaan hak sudah berlangsung sejak lama di Iran.

Sejarah hak asasi manusia pertama kali diperkenalkan di Iran pada masa Raja Xerxes.

Deklarasi tentang persamaan hak sangat kental di Iran.

Itu juga tercermin di gedung atau pintu gerbang masuk PBB yang menggunakan salah satu karya penyair Iran berbunyi,

"Kita ini satu ciptaan dari bani Adam. Jika kamu tidak bisa merasakan sakit orang lain, maka kamu tidak layak dikatakan sebagai manusia."

Rakyat Iran sangat menghargai persaudaraan dan tidak melihat latar belakang suku, bangsa, maupun agama.

Banyak orang hidup berdampingan dalam perbedaan keyakinan dan masing-masing dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved