Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nasaruddin Umar

Merawat Kemabruran Puasa 25: Dari Syari’ah ke Hakikat

Pernyataan ini mengisyaratkan betapa pentingnya penyerasian antara syari’ah dan hakikat.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribunnews.com
PUASA RAMADAN - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar melakukan sesi wawancara khusus di Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2025). Hari ini menteri bicara soal awal puasa Ramadan 2025. 

Al-Qusyairi mencontohkan: Iyyaka na’budu adalah manifestasi syari’ah, sedangkan iyyaka nasta’in adalah manifestasi hakikat.

Sesungguhnya seseorang tidak mesti harus bertarekat. Tidak mesti juga seseorang memiliki syekh atau mursyid dalam arti pemimpin tarekat.

Seseoarang bisa mendapatkan bimbingan dari ulama atau ustas yang mendasarkan ajarannya pada Alquran dan hadis.

Hanya saja bimbingan mereka sering dianggap bersifat generik dan uumum.

Bimbingan khusus secara intensif banyak dirasakan orang melalui tarekat, yang di dalamnya ada tatakrama tertentu yang
mesti diamalkan.

Namun kita juga harus hati-hati karena banyak aliran tertentu yang cenderung dipertanyakan keabsahan dan kemuktabarahannya menggunakan istilah tarekat.

Jika ingin bertarekat, kita dianjurkan untuk memilih tarekat yang betul-betul ajarannya bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.

Tarekat seperti ini biasa disebut dengan tarekat mu’tabarah, suatu tarekat yang tidak diragukan ajarannya.

Tareka yang tidak populer (gair mu’tabarah) belum tentu salah atau sesat.

Namun kita harus hati-hati. Kita harus melihat secara kritis dan memastikan substansi ajarannya tidak bertentangan dengan ajaran Alquran dan Hadis.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved