Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mubha Kahar Muang

Venezia, Kota Kelahiran Marco Polo

Kisah The Merchant of Venice mempertemukan beragam kebudayaan di mana berbagai bangsa dihadirkan dan berinteraksi dalam cerita.

|
Editor: AS Kambie
dok.tribun
Mubha Kahar Muang, Anggota FKP DPR RI 1987-1992-1997-1998 

Para pengunjung  dapat meresapi keromantisan kota Venesia ketika menyusuri jalan-jalan kota menggunakan gondola. 

Bunyi kecipak air saat bersentuhan dayung seolah bersahutan dengan riak yang timbul di haluan saat sampan membelah jalan.

Mulanya sampan tradisional ini hanya boleh digunakan oleh para bangsawan maritim Venesia. Tahun 1096, penguasa Venesia Doge Vito Falier menerbitkan piagam yang membolehkan penduduknya membuat gondola. 

Sejak saat itu gondola dipakai sebagai alat transportasi sehari-hari

Romantisme gondola ini banyak ditampilkan dalam film-film produksi Hollywood, termasuk film box office The Tourist yang dibintangi Angelina Jolie dan Jhonny Depp.

Dengan pesanan tertentu, gondolier, pengayuh gondola dapat diminta untuk bernyanyi sambil membawa pengunjung menelusuri sudut-sudut Venesia yang memiliki 400-an kanal dan 150 jembatan.

Mengakses kota Venesia, dapat dilakukan dengan berbagai moda transportasi. 

Salah satunya adalah melalui jalan darat,

kereta api, atau pesawat Udara. 

Seperti kota-kota dunia lainnya, pesona antik Venesia juga tak lepas dari serbuan luxury-product, untuk memuaskan para wisatawan yang senang berbelanja. 

Di kitaran Piazza San Marko, setelah menikmati kemegahan Katedral Santo Markus dengan menara lonceng Campanille-nya, atau bermain dengan ratusan merpati yang setia di lapangan itu, para pengunjung dapat berbelanja atau sekadar window-shoping di butik-butik Louis Vuitton, Prada, Bulgari, Hermes, Bally  dan masih banyak yang lainnya. 

Di kitaran piazza ini pula terdapat toko-toko penjual gelas kristal khas Venesia yang terkenal.

Produk kerajinan gelas kristal yang dipajang di toko-toko berasal dari Murano, salah satu pulau Venesia. 

Sejarah kerajinan khas ini sudah berusia sekitar 1.000 tahun. Dibuat dengan menggunakan pembakaran bahan kristal dengan teknik tiup. Para perajin hingga kini masih mempertahankan cara kerja tradisional tersebut. 

Nama yang kerap disebut oleh para arkeolog terkait dengan kerajinan kristal khas Murano ini adalah Angelo Barovier, maestro kaca, dengan detail desain khas Renaisans yang masih dipertahankan sampai saat ini.

Kekhasan seni ini juga tampak pada ekspresi rumah-rumah para pengrajin yang berwarna-warni, layaknya kristal Venesia.

Kota ini juga dikenal dengan julukan The Queen of Adriatic karena menyimpan ekspresi seni topeng yang khas.

Tradisi topeng ini juga berusia sangat tua, menurut catatan dimulai sekitar tahun 1300-an Masehi. 

Ketika itu kota ini banyak dikunjungi para bangsawan Eropa untuk berdagang dan bersenang-senang. Untuk menyamarkan identitas kebangsawanan mereka, malam hari mereka biasanya menggunakan topeng. 

Pada era selanjutnya, kebiasaan ini menumbuhkan tradisi karnaval yang dilakukan 40 hari sebelum paskah. 

Inilah yang menumbuhkan industri kerajinan topeng yang bertahan hingga sekarang, terkenal dan khas. 

Topeng Venesia terbuat dari bahan kulit dan akrilik. Dapat dijumpai di seluruh pelosok kota didagangkan untuk para pengunjung.

Tantangan Kota Venezia

Ketika kota ini didirikan lebih dari 1.600 tahun lalu, permukaan air laut lebih rendah sekitar enam meter dari sekarang. 

Efek gabungan akibat iklim global yang berpotensi terus menaikkan permukaan laut dan penurunan tanah kota, merupakan ancaman serius atas keseluruhan pesona Venesia.

St Mark’s Basilika, katederal tua berusia 900 tahun, posisinya kini sedikit condong ke kiri karena pondasi yang tidak stabil. 

Para ahli memperingatkan bahwa dalam 50 tahun ke depan kota Venesia akan menenggelamkan tanahnya sedalam 20 cm. 

Kita tentunya berharap bahwa akan ditemukan solusi untuk menyelamatkan Venesia yang selama berabad-abad telah mempertahankan keaslian dan pesona masa lalunya. 

Kota tua perdagangan, kota perjumpaan peradaban Barat dan Timur, 

juga kota yang melahirkan tokoh-tokoh legendaris dalam sejarah. 

Venesia bukan hanya menyumbang dunia dengan Marco Polo, Vivaldo, eksotisme sejarah, seni dan turisme, tetapi juga pelajaran berharga bagaimana menata, memelihara,  mempertahankan  dan mengintegrasikan 117 pulau-pulau kecil menjadi kota wisata dunia.(*)

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved