Wawancara Eksklusif Tribun Timur
Ratnawati Arif Komitmen Jadikan Sinjai Daerah Tujuan
Dalam Podcast Gebrakan Sang Pemimpin tayang di YouTube Tribun Timur, Minggu (23/2/2025), Ratnawati memaparkan apa yang akan dilakukan untuk Sinjai.
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Hasriyani Latif
Filosofi slogan Sama-sama Ki?
Ini bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan prinsip kepemimpinan kami. Pembangunan harus dilakukan secara bersama-sama, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga dengan keterlibatan aktif masyarakat. Kami ingin menegaskan bahwa pembangunan ini dari, oleh, dan untuk masyarakat. Dengan begitu, kebermanfaatannya akan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Sinjai.
Program prioritas 100 hari pertama?
Sebenarnya, jika kita merujuk pada regulasi, tidak ada aturan khusus yang menyebutkan bahwa harus ada program 100 hari kerja. Namun, karena sudah menjadi kebiasaan dan dianggap sebagai cara untuk menguji ketahanan seorang pemimpin, masyarakat sering menyoroti kinerja di 100 hari pertama.
Bagi saya pribadi, kepemimpinan tidak seharusnya dibatasi hanya dalam 100 hari. Begitu kami dilantik, kami harus langsung gaspol dan bekerja maksimal, bukan hanya selama 100 hari, tetapi selama lima tahun penuh. Saya tidak ingin hanya kencang di awal, lalu melambat setelahnya. Saya ingin kinerja yang konsisten dan berkelanjutan hingga akhir masa jabatan.
Lebih ke RPJMD?
Kepemimpinan seorang Bupati dan Wakil Bupati berjalan dalam rentang lima tahun, sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Itu sebabnya, kami sudah menyusun tahapan prioritas untuk lima tahun ke depan. Setiap tahun akan ada fokus dan target yang sudah dirancang sesuai dengan rencana tahunan.
Sistem perencanaannya?
Bertahap. Tahun pertama, ada program prioritas awal yang harus dituntaskan. Tahun kedua, kita melanjutkan dan memperkuat fondasi pembangunan. Begitu juga di tahun ketiga hingga kelima, agar semua target dapat tercapai secara maksimal.
Selain itu, pembangunan berkelanjutan tidak hanya dihitung dalam lima tahun, tetapi juga 25 tahun ke depan melalui RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah).
Kebetulan, RPJPD sebelumnya baru saja berakhir, dan kami akan memulai perencanaan baru untuk 25 tahun ke depan. Nah, lima tahun pertama kepemimpinan kami dengan visi Ramah akan menjadi langkah awal yang strategis dalam proses ini.
Menata birokrasi?
Saya kira yang paling utama adalah mempertahankan nilai-nilai religius serta kearifan lokal yang menjadi identitas Sinjai. Selain itu, kita juga harus memperluas sektor yang perlu dikembangkan agar Sinjai tidak hanya menjadi daerah transit, tetapi benar-benar menjadi tujuan.
Tantangan utama?
Menjadikan Sinjai sebagai destinasi yang menarik. Sinjai bukan daerah laluan seperti Takalar yang dilintasi oleh jalur utama. Jika orang ingin ke Sinjai, mereka harus benar-benar merencanakannya. Oleh karena itu, kita harus membangun daya tarik tersendiri agar orang datang ke Sinjai dengan tujuan jelas, bukan sekadar singgah.
| Normalisasi Israel Picu Penolakan Publik di Kawasan |
|
|---|
| Iran di Persimpangan: Politik, Agama dan Suksesi Ali Khamenei |
|
|---|
| Cerdas Kendalikan Hama: Ingat, Tikus Itu Cerdas dan Adaptif |
|
|---|
| Pesan Waisak 2025: Kendalikan Tiga Akar Kejahatan |
|
|---|
| Cerita Herdianto Marzuki Ketua DPRD Morowali, Alumnus UMI Pilih Ngekos 2 Periode |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bupati-Sinjai-Hj-Ratnawati-Arif-dalam-Podcast-Gebrakan-Sang-Pemimpin.jpg)