Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Melawan Rezim Mencipta Seperti Pramoedya 

Menyebut nama Pram atau Pramoedya Ananta Toer, sesuatu yang teramat penting dalam perjalanan bangsa ini.

Editor: Sudirman
Andi Yahyatullah Muzakkir
OPINI - Andi Yahyatullah Muzakkir, Founder Anak Makassar Voice. Andi Yahyatullah Muzakkir salah satu penulis Opini Tribun Timur. 

Setiap karya sastra, pemikiran dan kreativitas yang dihasilkan dengan  merasakan dan mengamati situasi sosial politik saat itu.

Olehnya itu dipandang sebagai gangguan rezim orde baru kala itu, ini juga tidak lepas dari gerakan 30 S PKI, sehingga yang membahayakan rezim dihilangkan.

Tapi, cerita dan peristiwa di atas sungguh memberi kemewahan dan pengalaman berharga generasi hari ini sebagai suatu khasanah dan wawasan yang sarat dengan sejarah perjalanan bangsa kita.

Sehingga, apa peran penting karya Pram dalam perjalanan pembentukan karakter bangsa?

Patut diakui karya-karya Pram membentuk karakter, pemikiran, identitas bangsa hingga hari ini.

Dalam bukunya tetralogi pulau buru mengukuhkan kemampuan dan kekuatan Pram sebagai seorang yang sangat lihai bercerita dan kemampuan dalam bernarasi. 

Pada buku bumi manusia sangat jelas karakter yang dituliskan semuanya sangat kuat dan terasa. 

Minke sebagai tokoh utama, Nyai Ontosoroh, Jain Marais dan tokoh lainnya seperti Annelis, Robert Surhorf, Robert Mellema dan Darsam jelas memiliki sifat dan karakter yang berbeda tapi khas masing-masing. 

Minke misalkan dipandang sebagai anak muda yang kagum pada ilmu pengetahuan dan kemajuan.

Rasa ingin tahu yang besar, juga sebagai seorang penulis dan jurnalis. Kehadirannya dalam cerita “Bumi Manusia” ini sangat penting sebagai potret bangsa dan perjalanannya kala itu bahwa ada satu jenis anak muda yang mengimpikan sebuah kebebasan manusia penuh keadilan.

Sungguh karya Pram begitu sangat asik menjadi sebuah bacaan, selain mengalir, kekuatan cerita dan rasa bahasanya amat mudah untuk dipahami.


Apa karya Pram bisa menjadi inspirasi bersama hari ini dalam berkarya?

Saya pikir karya Pram selain menjadi penanda zaman, sejarah perjalanan bangsa dan potret penting manusia Indonesia. Ini menjadi gambaran pada kita semua bahwa atmosfer, ekosistem dan suasana belajar pada tahun 90an kala itu begitu sangat kuat.

Karya monumental dan terbaik yang sampai hari ini masih kita baca itu tidak lepas dari intensitas Pram dan pergulatannya pada situasi saat itu.

Kualitas karya terbaik ini melalui perjalanan yang hebat pula, kita tentu tahu bagaimana buku ini pernah dilarang untuk diedarkan, beragam tafsir yang muncul, sebab isinya dianggap “propaganda”.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved