Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemprov Sulsel Booking Hotel Borobudur dan Pullman Jakarta buat Bupati dan Wali Kota Terpilih

Pemeritah daerah bagi tugas dalam menyukseskan pelantikan serentak kepala daerah pada Kamis, 20 Februari 2025 mendatang. Pemerintah Provinsi (Pemprov)

|
Editor: Edi Sumardi
INSTAGRAM.COM/@HOTELBOROBUDURJAKARTA
KAMAR HOTEL - Penampakan kamar di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, sebagaimana foto di akun Instagram @hotelborobudurjakarta. Hotel Borobudur menjadi salah satu tempat nginap kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih asal Sulsel jelang dilantik. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemeritah daerah bagi tugas dalam menyukseskan pelantikan serentak kepala daerah pada Kamis, 20 Februari 2025 mendatang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan pemerintah kabupaten/kota punya tugas berbeda.

Pemerintah kabupaten/kota bertugas membelikan tiket pesawat bagi wali kota, wakil wali kota, bupati, dan wakil bupati terpilih.

"Pesawat ditanggung pemda masing-masing," jelas Ketua Tim Kerja KDH (Kepala Daerah) Biro Pemerintahan dan Otoda Sulsel, Fadly Rizaldy pada Jumat (14/2/2025)

Sementara itu, Pemprov Sulsel bertugas menyiapkan hotel selama kepala daerah mengikuti rangkaian pelantikan.

Dua hotel yang disiapkan Pemprov Sulsel yakni Hotel Borobudur dan Hotel Pullman, Jakarta.

Sebanyak 14 pasangan kepala daerah menginap di Hotel Borobudur, sementara 8 lainnya di Hotel Pullman.

Ke-14 pasangan kepala daerah yang menginap di Hotel Borobudur, yakni Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Bantaeng, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng.

Lalu Maros, Barru, Sidrap, Enrekang, Tana Toraja, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Baca juga: Kemendagri: Biaya Retret Pakai APBN, Bukan APBD

Sedangkan 8 daerah yang menginap di Hotel Pullman yakni Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Parepare, Takalar, Pangkep, Pinrang, Toraja Utara, Bulukumba, dan Selayar.

Sementara itu lokasi penginapan Gubernur Sulsel masih dalam koordinasi.

"Satu kamar itu untuk bupati dengan istri atau suami, kemudian wakil bupati dengan istri atau suami," lanjutnya mengatakan.

Pemprov Sulsel menyiapkan kamar untuk 5 hari bagi setiap kepala daerah.

Kedatangan kepala daerah disebut Fadly beragam, sehingga jika ada yang menginap lebih dari 5 hari maka harus dikoordinasikan dengan pemda terkait.

"Kalau ada datang lebih dulu otomatis lebih maju keluar (check-out). tinggal pemkab bicara menambah hari. Kemarin (kesepakatan) untuk 5 malam saja," tutupnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved