Tribun Makassar
Dr Muhammad Idris: Outcome-Benefit Jadi Prioritas dalam Pemerintahan Appi-Aliyah
Dr Muhammad Idris mengungkapkan, pengukuran kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan beralih dari dimensi input-output ke dimensi terukur.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota tim transisi pemerintahan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA), Dr Muhammad Idris mengungkapkan, pengukuran kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan beralih dari dimensi input-output ke dimensi yang lebih terukur.
Yakni dimensi outcome dan benefit.
Outcome sendiri lebih berfokus pada hasil langsung yang terukur, seperti pencapaian target atau penyelesaian kegiatan.
Sedangkan, benefit lebih menekankan pada keuntungan jangka panjang atau dampak positif yang dirasakan masyarakat sebagai hasil dari outcome tersebut.
Menurut Idris, perubahan ini penting untuk memastikan bahwa setiap program dan kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif dan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
"Paling penting adalah mengukur capaian-capain kinerja ( Pemkot Makassar ), jadi evaluasi kinerja ini yang kami anggap hampir pemerintahan ini tidak terlalu fokus ke situ. Semua berburu pada dimensi input. Padahal pengukuran kinerja ini berbicara mengenai Outcome dan Benefit," ungkapnya Dr Muhammad Idris di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (20/12/2024) lalu.
Dalam wawancara eksklusif, Dr Idris menjelaskan bahwa pemerintah yang efektif tidak hanya diukur dari seberapa banyak sumber daya yang digunakan, tetapi dari dampaknya terhadap kehidupan warga.
Oleh karena itu, Idris berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan Munafri-Aliyah dapat diukur dari segi manfaat yang diterima oleh masyarakat.
Seperti peningkatan kualitas hidup, akses terhadap layanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu tujuan utama dari pemerintahan ini adalah bagaimana supaya bisa menciptakan pemerintahan yang berorientasi pada hasil yang bermanfaat dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dr Muhammad Idris menggarisbawahi pentingnya peran evaluasi yang berkelanjutan dalam menentukan keberhasilan setiap program.
Evaluasi kinerja tidak lagi sebatas melihat jumlah aktivitas yang tercapai, melainkan melihat apakah tujuan jangka panjang yang lebih besar.
Misalnya peningkatan pelayanan publik, pemerataan ekonomi, dan pengurangan ketimpangan sosial, benar-benar tercapai.
Dengan pendekatan berbasis outcome dan benefit, ia yakin Pemkot Makassar era Munafri-Aliyah dapat menciptakan dampak positif untuk masyarakatnya.
Lebih jauh, Dr Muhammad Idris juga menekankan penting juga perbaikan aspek-aspek kebijakan.
Tiga Perumda Pemkot Makasar, PD Pakir, Pasar dan Terminal Terapkan Layanan Transaksi Qris |
![]() |
---|
Pj Gubernur Prof Fadjry Bongkar Alasan Tolak Pergantian Pj Sekda Makassar |
![]() |
---|
Ribuan Siswa di Makassar Berstatus Ilegal, Dewan Pendidikan: Disdik Teledor |
![]() |
---|
APBD Kerap Terkoreksi, DPRD Makassar Tingkatkan Pengawasan Serapan Belanja-Pendapatan 2025 |
![]() |
---|
BPK RI Turun Tangan Usut Dugaan Mark Up Bansos Makassar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.