Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Uang Palsu di UIN

Legislator DPR RI Geram Institusi Pendidikan Tempat Kejahatan Pabrik Uang Palsu 'Bongkar Aktornya'

Rudianto Lallo mendesak polisi mengusut tuntas pabrik pembuatan uang palsu di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Muh Hasim Arfah
dok tribun
Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo mendesak polisi mengusut tuntas pabrik pembuatan uang palsu di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Samata, Kabupaten Gowa, pekan lalu. Polisi sudah menyita mesin cetak uang palsu. (gambar kanan) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo mendesak polisi mengusut tuntas Pabrik Uang Palsu di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Kelurahan Romang Polong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurut, anggota Fraksi Partai Nasdem ini, Polda Sulsel khususnya Polres Gowa, harus membongkar kejahatan tersebut.

Sebab, kata dia, penemuan pabrik uang palsu di dalam lingkungan kampus tersebut, telah mencoreng institusi pendidikan.

"Polisi bongkar kejahatannyalah, praktek kejahatan itu sudah mencoreng institusi pendidikan," kata Rudianto Lallo dikonfirmasi, Selasa (17/12/2024) malam.

Mantan Ketua DPRD Kota Makassar ini, pun sangat menyayangkan adanya pabrik uang palsu tersebut di dalam perpustakaan Kampus UINAM.

"Dibawa kementerian agama pula, ternyata praktek kejahatan pabrik pemalsuan uang, sangat-sangat mencoreng," ujarnya.

Rudianto pun meminta agar polisi tidak pandang bulu dalam mengungkap kasus tersebut.

Sebab, legislator Nasdem ini menduga, ada sosok aktor intelektual dibalik peredaran uang palsu tersebut.

"Maka itu kita dorong Polri untuk membongkar sindikat ini, jaringan ini. Jangan hanya terbatas pada pelaku pelaku yang tingkat bawah. Perlu intelektual dalangnya itu dibongkar," desaknya.

Siapapun yang terlibat, kembali ditegaskan Rudianto, harus diseret ke meja hijau.

Pasalnya, kasus pabrik uang palsu ini, di mata dia, sangatlah memalukan.

"Siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum, dimintai pertanggungjawabannya," tegas Rudianto.

"Apalagi ini, bayangkan institusi pendidikan yang seharusnya tempat mencetak insan-insan yang berakhlak mulia, berilmu dan beradab, lalu kemudian ada skandal besar seperti ini, sangat memalukan," keluhnya.

Olehnya itu, kata dia, Polri tidak boleh setengah-setengah dalam membongkar kasus ini.

"Harus sampai ke akar akarnya harus total. Prosesnya pasti panjang, apalagi ini sudah beredar di masyarakat, merugikan," bebernya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved