Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Hidayatullah: Platform Peradaban Integratif 

Tema besar Rakerwil kali ini, "Konsolidasi Jatidiri, Organisasi, dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standarisasi, Sentralisasi, dan Integritas Sistemik,"

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
Irfan Yahya 

Oleh: Irfan Yahya

Sosiolog Hidayatullah, Akademisi dan Peneliti Puslit Opini Publik LPPM Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Menjelang Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Sulawesi Selatan yang dipusatkan di kawasan Agrowisata Latuppa Palopo, 25-26 Desember akhir tahun ini, para kader Hidayatullah berada pada momen penting untuk merefleksikan perjalanan Hidayatullah sebagai gerakan dakwah, pendidikan, dan sosial yang telah memberikan kontribusi besar bagi umat.

Tema besar Rakerwil kali ini, "Konsolidasi Jatidiri, Organisasi, dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standarisasi, Sentralisasi, dan Integritas Sistemik," menggarisbawahi perlunya pendekatan yang holistik dan strategis dalam mewujudkan cita-cita besar ini.

Tulisan ini hadir sebagai catatan reflektif menjelang Rakerwil, menyoroti bagaimana Platform Peradaban Integratif Hidayatullah dapat menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan masa depan melalui sinergi organisasi pendukungnya serta investasi dalam Sumber Daya Insani (SDI).

Platform Peradaban Integratif: Sinergi dalam Membangun Peradaban Islam

Hidayatullah telah berkembang menjadi lebih dari sekadar gerakan dakwah.

Hidayatullah kini berperan sebagai platform peradaban integratif, di mana berbagai lembaga pendukung bergerak secara simultan dan menjadi basis fundamental bersama dalam satu misi besar: membangun peradaban Islam yang inklusif, adil, dan berdaya saing.

Lembaga-lembaga seperti Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Sekolah Integral Hidayatullah, Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH), Suara Hidayatullah, Muslimat Hidayatullah, dan SAR Hidayatullah berperan sebagai pilar-pilar utama yang menopang keberlanjutan dan kemajuan gerakan dakwah ini di berbagai lini.

Dalam konteks tema Rakerwil, yang menekankan konsolidasi jatidiri, organisasi, dan wawasan, Hidayatullah bergerak melalui pendekatan sinergi. Konsolidasi jatidiri diwujudkan melalui internalisasi nilai-nilai manhaj nubuwah dalam setiap kegiatan lembaga.

Sementara itu, konsolidasi organisasi terjalin melalui kolaborasi yang erat antar lembaga pendukung, memastikan bahwa setiap lembaga saling melengkapi untuk menciptakan standarisasi, sentralisasi, dan integritas sistemik.

Pendekatan ini mencerminkan tauhid dalam amal, yaitu penyatuan visi dan tindakan dalam rangka menegakkan nilai-nilai Islam di berbagai aspek kehidupan.

Melalui sinergi yang kuat, Hidayatullah tidak hanya berhasil mengintegrasikan berbagai lembaga dalam satu platform, tetapi juga memastikan keterpaduan visi dalam setiap langkah strategisnya.

Setiap lembaga menjalankan fungsinya masing-masing, namun tetap berada dalam kerangka besar untuk membangun peradaban Islam yang kokoh dan berkelanjutan.

Sinergi Organisasi: Pilar Menuju Standarisasi dan Sentralisasi

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved