500 Pasangan Cerai karena Beda Pilihan Politik
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam satu provinsi yang tidak disebut namanya, tercatat ada 500 perceraian suami istri karena perbedaan politik
Sebab, ia menemukan korelasi signifikan antara bimbingan pernikahan dengan ketahanan keluarga.
"Pasangan yang telah terbimbing cenderung memiliki keluarga yang lebih kokoh dan tidak rentan terhadap perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, atau melahirkan anak-anak stunting," kata Kamaruddin.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf menegaskan bahwa Pemilu tidak seharusnya menjadi alasan utama untuk perceraian.
"Jadi kalau ada yang cerai karena pemilu, menurut saya jangan-jangan dulunya sudah selingkuh satu sama lain. Kita tidak tahu,” ujarnya.
“Artinya, punya masalah sendiri yang kebetulan pas dengan adanya pemilu ini bisa saja konflik itu menegang atau membesar," ia menambahkan.
Dede menjelaskan perbedaan politik dalam Pemilu bisa saja memperburuk kondisi hubungan yang sudah ada, namun itu bukan penyebab utama perceraian.
Dia juga menyoroti pentingnya melihat permasalahan pernikahan secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari sisi politik semata.
"Pemilu jangan dijadikan alasan untuk segera pergi ke KUA," tambah Dede.(tribun network/mar/dod)
| Cerita Husniah Talenrang Belajar Politik Dari Urus Anak |
|
|---|
| Gara-gara Judi Online, Kepala Unit Bank Negara di Sinjai Diduga Gelapkan Uang Rp3 Miliar |
|
|---|
| Sosiolog Unismuh: Judol Tidak Berdiri Sendiri, Ada Ruang Sosial Menopangnya |
|
|---|
| Camat Tallo Tertibkan Judi Online di Warkop |
|
|---|
| Politik Identitas pada Konflik Iran–Israel–Amerika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Nasaruddin-Umar-menag.jpg)