500 Pasangan Cerai karena Beda Pilihan Politik
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam satu provinsi yang tidak disebut namanya, tercatat ada 500 perceraian suami istri karena perbedaan politik
*Judol Jadi Penyebab Ribuan Perceraian
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Ranah politik mestinya dijadikan sarana untuk persatuan.
Namun, fakta di lapangan, tak jarang politik malah menjadi pemicu terjadinya perpecahan.
Bahkan, gara-gara politik, banyak rumah tangga yang hancur dan pasangan suami istri menjadi bercerai.
Setidaknya demikian jika melihat data yang disampaikan oleh Menteri Agama RI (Menag) Nasaruddin Umar.
Menurut Nasaruddin, dalam satu provinsi yang tidak disebut namanya, tercatat ada 500 perceraian suami istri karena perbedaan politik.
Ini dinilai Nasaruddin sebagai tanda rapuhnya sebuah perkawinan karena berpisah hanya akibat perbedaan pilihan politik semata.
"Perceraian karena politik juga besar. Ada satu provinsi, terjadi 500 perceraian gara-gara politik. Suaminya milih si A, istrinya milih si B, cerai. Begitu rapuhnya sebuah perkawinan," ujar Nasaruddin ketika membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVII Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), Kamis (21/11).
Selain perbedaan pilihan politik, judi online menjadi pemicu lain terjadinya perceraian.
Jumlah pasangan yang bercerai karena judi online bahkan lebih banyak lagi.
Nasaruddin merinci ada 4.000 pasangan suami istri yang bercerai lantaran faktor terjerat judi online (judol) yang belakangan ini makin marak di Indonesia.
"Sebelum marak judi online, jumlah perceraian tahun 2019 itu hanya 1.000-an, tapi setelah maraknya judi online, kami dapat data kemarin itu meningkat sampai 4.000-an. Sekitar 4000-an lebih perceraian karena judi online," ujar Nasaruddin.
Melihat kondisi ini, Nasaruddin mengajak BP4 lebih banyak mengkaji data-data kuantitatif demi bisa memahami cara-cara terbaik untuk menurunkan angka perceraian.
"Sekarang sudah zamannya kita berbicara dengan angka," ajaknya.
Di tempat yang sama, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan mulai tahun 2025 seluruh pasangan calon pengantin diwajibkan mengikuti bimbingan perkawinan sebelum menikah.
| Cerita Husniah Talenrang Belajar Politik Dari Urus Anak |
|
|---|
| Gara-gara Judi Online, Kepala Unit Bank Negara di Sinjai Diduga Gelapkan Uang Rp3 Miliar |
|
|---|
| Sosiolog Unismuh: Judol Tidak Berdiri Sendiri, Ada Ruang Sosial Menopangnya |
|
|---|
| Camat Tallo Tertibkan Judi Online di Warkop |
|
|---|
| Politik Identitas pada Konflik Iran–Israel–Amerika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Nasaruddin-Umar-menag.jpg)