Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makkunrai 2026

Cerita Husniah Talenrang Belajar Politik Dari Urus Anak

Bahkan sejak lahir, politik dibenak Bupati Gowa Husniah Talenrang sudah dikenalkan kepada setiap manusia.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
MAKKUNRAI 2026 - Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Sulsel Andi Nirawati dalam talkshow Makkunrai 2026 di Phinisi Point (PiPo) Mall, Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar pada Jumat (24/4/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Berpolitik bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bahkan sejak lahir, politik dibenak Bupati Gowa Husniah Talenrang sudah dikenalkan kepada setiap manusia.

Husniah Talenrang memandang politik bukan sesuatu yang berdiri jauh dari kehidupan sehari-hari. 

Ia menilai, cara pandang terhadap politik sering kali membuatnya terasa berat, padahal praktiknya sudah melekat dalam aktivitas harian.

"Kalau memandang politik secara tunggal itu akan kelihatan berat. Tidak semua orang akan sanggup masuk ke dalam," ujar Husniah Talenrang dalam Talkshow Makkunrai 2026 di Phinisi Point (PiPo) Mall, Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar pada Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, setiap individu sejatinya telah bersentuhan dengan ilmu politik sejak lahir. 

Hal itu tercermin dari proses pengambilan keputusan.

Hingga cara memengaruhi orang lain dalam lingkup sederhana seperti keluarga.

"Tapi sebenarnya kita lahir, sudah didasari Ilmu Politik. Keseharian kita ini belajar ilmu politik. Bagaimana menimbang dan memilah, misalnya di lingkungan rumah tangga kita ajarkan anak agar mereka tertarik melakukan apa yang ibunya inginkan. Itu bagian politik sehingga anak mau ikut orangtuanya," jelasnya.

Dalam perjalanan kariernya, Husniah juga mengakui bahwa dunia politik tidak lepas dari berbagai tantangan. 

Salah satu yang paling dirasakannya ketika menghadapi lawan politik yang tidak selalu bersikap adil.

"Kalau kita mau fokus dan penjurusan, perlu disampaikan bahwa salah satu tantangan saya hadapi adalah tantangan dari lawan-lawan saya. Yang kadang-kadang tidak memperlakukan kita tidak adil. Sehingga itu jadi pilihan sulit kita masuk ke politik," ungkapnya.

Meski demikian, ia memandang tantangan tersebut sebagai bagian dari proses yang harus dilalui. 

Bagi Husniah, kemampuan menghadapi tekanan dan dinamika politik justru menjadi indikator kedewasaan dalam berpolitik.

"Inilah saya anggap politik sebenarnya, ketika bisa menghadapi tantangan itu, berarti kita sudah bisa memilih bahwa sebenarnya kita ada di politik paling bagus," kata Husniah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved