Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Minggu Tegang Pilkada Serentak

Sejak memproklamirkan kemerdekaannya 78 tahun silam, inilah kali pertamanya Indonesia menghelat pesta demokrasi terakbar.

Editor: Sudirman
dok pribadi/armin mustamin toputiri
Armin Mustamin Toputiri Mantan Anggota DPRD Sulsel 

Starategi seragam dimaksud, full melakukan penyerangan di waktu Minggu Tenang.

Merebut pemilih melalui serangan yang akrab disebut Money Politik. Sehingga adagium politik, “buat apa menyiram garam di laut”, jika sebelumnya dijauhi, kini malah justru ketat dianut.

“Buat apa memberi makan kucing milik orang lain, jika kucing milik sendiri kelaparan di kandang”.

Dimaksud kucing sendiri di kandang, adalah data calon pemilih yang jauh sebelumnya telah dijaring tim “kampaser”, tim yang mendata dukungan calon pemilih.

Sekaligus mereka pula yang kelak akan menyalur produk pada pemilih yang telah dikandangkan pada saat Minggu Tenang.

Dan tak mustahil, jika calon pemilih yang telah dikandangkan, diam-diam terjaring pula ikut berada di kandang kampaser kandidat yang lain. 

Siapa kandidat pemilik kandang yang beruntung, maka dirinyalah yang jadi pemenang.

Meski penelitian Burhanuddin Muhtadi di bukunya “Politik Uang” (2020), menulis bahwa serangan Money Politik mengenai sasarannya hanya dikisaran 40 persen saja.

Sisanya “bertawaf” menyasar kandidat lain. Tapi apapun tulisnya, Money Politik pada perhelatan politik saat ini, jauh lebih memberi peluang terbukanya pintu kemenangan, dibanding tak menerapkannya sama sekali.

Dan seluruh nominee atau kandidat, sepertinya makhfum dengan kondisi itu, akibatnya pada Pilkada Serentak 2024 kali ini, massal menerapkan strategi sama dan seragam.

Sehingga kian memperkuat bergesernya Minggu Tenang mewujud Minggu Tegang. Atas asumsi itulah, Tito Karnavian mengklaim jika puncak kerawanan Pilkada justru saat tahapan pasca pencoblosan.

Dan andai strategi serangan Money Politik berdasar data kampaser itu, seragam dan massal diterapkan di 37 provinsi serta 508 kabupaten dan kota, sungguh tak terkira berapa besaran uang tergelontor, beredar di tengah masyarakat sepekan depan.

Dan muasal manakah 1.553 pasang kandidat itu memperoleh uang, guna menyirami garam di lautannya sendiri. Ataukah untuk memberi makan kucing yang telah dikandangkan? Entah!(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved