Headline Tribun Timur
Petani Maros ‘Cicil’ Rp650 Ribu Setahun Traktor Kementan
Sebelumnya, petani di Bone mengeluhkan adanya uang onde-onde dan bakar ikan sebesar Rp3 juta untuk bantuan mesin traktor tangan Kementan.
“Itu katanya uang capek. Tiap petani kalau ambil harus bawa pompa air bekas, untuk menandakan mereka petani,” ujarnya.
B menyebutkan ada beberapa alat pertanian lainnya yang juga bisa diambil dengan menebus sejumlah uang.
“Pompa air Rp200 ribu, kilometer Rp250-300 ribu, traktor Rp15-17 juta,” sebutnya.
Hingga kini, belum ada konfirmasi dari pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros.
Kadis Pertanian Maros yang dihubungi pukul 14.39 Wita belum merespon.
Kades Timurung Akan Diperiksa
Dalam perkembangan terbaru, Kepala Desa (Kades) Timurung Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Suriati, bakal menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Bone.
Suriati diduga terseret kasus bantuan alsintan berupa traktor tangan dari Kementan.
Dari informasi yang dihimpun, Suriati sudah dipanggil oleh pihak Kejari Bone untuk dimintai keterangan.
Namun, dirinya mengungkapkan belum bisa menghadiri panggilan tersebut lantaran sedang merawat suaminya yang sakit di Kota Makassar.
"Iyye sudah dipanggil sama kejari. Tapi tidak bisa hadir karena suami saya sakit dan sedang dirawat di RS Wahidin," ujarnya saat dikonfirmasi Ttribun-Timur, Rabu (6/11) via telepon.
Ia mengungkapkan pihaknya sudah berada di Kota Makassar sekira setengah bulan lamanya.
"Iyye sudah lama di Makassar. Karena suami saya sakit harus melakukan cuci darah karena infeksi pernapasan, sekitar setengah bulan," jelasnya.
Sebelumnya kelompok tani di Desa Timurung, Kecamatan Ajangale mengaku harus mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk menerima bantuan alsintan.
Alsintan itu berupa traktor tangan dan bibit jagung dari Kementan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Headline-koran-Tribun-Timur-edisi-Kamis-7-November-2024.jpg)