Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Bumi di Ambang Krisis: Etika Kita Menentukan Masa Depan

Berbagai gerakan, khususnya yang dipelopori generasi muda, menginspirasi masyarakat global untuk beraksi demi melindungi lingkungan.

Tayang:
Editor: Sudirman
IST
Munawir Amansyah, Mahasiswa Program Doctoral Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar 

Oleh: Munawir Amansyah

Mahasiswa Program Doctoral Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Selama dekade terakhir, perubahan iklim dan kerusakan lingkungan telah menjadi perhatian serius di seluruh dunia.

Berbagai gerakan, khususnya yang dipelopori generasi muda, menginspirasi masyarakat global untuk beraksi demi melindungi lingkungan.

Tokoh-tokoh muda seperti Greta Thunberg, Autumn Peltier, Leah Namugerwa, dan Isra Hirsi telah menjadi simbol kesadaran kolektif akan krisis iklim, mengajak kita untuk berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan Bumi.

Krisis ini menggugah kita untuk mempertimbangkan kembali tanggung jawab terhadap lingkungan dan menanyakan peran kita dalam menyikapi dampaknya.

Konteks etika lingkungan menjadi semakin relevan dalam setiap diskusi publik, baik di ruang kebijakan, media sosial, maupun percakapan sehari-hari.

Mengapa Menjaga Lingkungan Merupakan Kewajiban Etis?

Etika sering kali berfungsi sebagai panduan dalam membedakan tindakan yang benar dari yang salah.

Biasanya, etika berfokus pada hubungan antar manusia, tetapi etika lingkungan memperluas cakupan ini, mempertimbangkan dampak tindakan kita terhadap alam dan generasi mendatang.

Kesadaran akan keberlanjutan seringkali tergeser oleh kepentingan ekonomi dan konsumsi yang berlebihan, padahal perilaku manusia yang merusak alam menimbulkan dampak serius yang tidak bisa diabaikan.

Konsep “tanggung jawab Bersama” dari KTT Rio 1992 menegaskan bahwa setiap pihak memiliki peran dalam melindungi lingkungan.

Negara maju yang memiliki jejak emisi besar memiliki tanggung jawab lebih besar untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan membantu negara-negara berkembang beradaptasi.

Menurut pemikir lingkungan seperti Henry Shue, negara-negara kaya memiliki kewajiban moral untuk memimpin upaya mitigasi dan mendukung negara-negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Dalam etika lingkungan, menghargai keanekaragaman hayati dan alam merupakan prinsip fundamental.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved