Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Analogi Indonesia - Rusia dalam Pusaran Korupsi, Kolusi, Nepotisme

Di tengah sifat dasar manusia yang sering kali terdorong oleh ketamakan dan hasrat untuk menumpuk kekayaan, batas-batas moral dan integritas kerap

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Kandidat Doktor Hubungan Internasional dari University People’s Friendship of Russia, Achmad Firdaus Hasrullah 

Selain itu, pelaku korupsi di Rusia bisa menghadapi konsekuensi politik yang serius, terutama jika mereka terlibat dengan elit pemerintahan atau politik.

Kehilangan jabatan dan dukungan politik bisa menghancurkan karier dan status sosial mereka.

Namun, seperti di Indonesia, praktik korupsi di Rusia tetap merajalela, menimbulkan keraguan akan efektivitas hukuman dalam mengurangi tindakan korupsi di masa depan.

Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem peradilan Rusia juga menciptakan tanda tanya atas keadilan hukum bagi para koruptor.

Di Indonesia, semangat anti-korupsi kembali muncul seiring berakhirnya era kepemimpinan Joko Widodo dan dimulainya era Prabowo Subianto.

Dengan komitmen Prabowo untuk memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), masyarakat berharap janji tersebut bukan sekadar retorika, tetapi benar-benar dapat menjadi langkah nyata untuk memperbaiki wajah politik negeri ini.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved