Opini
Analogi Indonesia - Rusia dalam Pusaran Korupsi, Kolusi, Nepotisme
Di tengah sifat dasar manusia yang sering kali terdorong oleh ketamakan dan hasrat untuk menumpuk kekayaan, batas-batas moral dan integritas kerap
Selain itu, pelaku korupsi di Rusia bisa menghadapi konsekuensi politik yang serius, terutama jika mereka terlibat dengan elit pemerintahan atau politik.
Kehilangan jabatan dan dukungan politik bisa menghancurkan karier dan status sosial mereka.
Namun, seperti di Indonesia, praktik korupsi di Rusia tetap merajalela, menimbulkan keraguan akan efektivitas hukuman dalam mengurangi tindakan korupsi di masa depan.
Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem peradilan Rusia juga menciptakan tanda tanya atas keadilan hukum bagi para koruptor.
Di Indonesia, semangat anti-korupsi kembali muncul seiring berakhirnya era kepemimpinan Joko Widodo dan dimulainya era Prabowo Subianto.
Dengan komitmen Prabowo untuk memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), masyarakat berharap janji tersebut bukan sekadar retorika, tetapi benar-benar dapat menjadi langkah nyata untuk memperbaiki wajah politik negeri ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Achmad-Firdaus-Hasrullah-1-5112024.jpg)