Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Masa Krusial Pilkada

Di masa ini para kandidat bersama tim “menjelajahi” wilayah yang dianggap “rawan” sehingga perlu ada penanganan khusus.

Editor: Sudirman
Ist
M Ridha Rasyid, Pemerhati Kepemerintahan dan Demokrasi 

Oleh: M Ridha Rasyid 

Pemerhati Kepemerintahan dan Demokrasi

TRIBUN-TIMUR.COM - Paling tidak ada empat momentum yang amat krusial dapat dan sering terjadi dalam pesta demokrasi di semua tingkat.

Tidak hanya di negara berkembang, pun juga terjadi di negara negara maju yang sesungguhnya demokrasi nya sudah mapan. Pertama , di masa tenang atau sering disebut minggu tenang (dulu) .

Di masa ini para kandidat bersama tim “menjelajahi” wilayah yang dianggap “rawan” sehingga perlu ada penanganan khusus.

Dengan membuat pemetaan yang meliputi wilayah yang dianggap perlu ada “pendekatan” yang lebih intens, sehingga memberi kejelasan bahwa dia akan mendapatkan suara lebih baik.

Selain ada pada basis pemilihnya sendiri tetap menjadi perhatian, maka ketika mendapatkan gambaran bahwa wilayah itu potensial dan mempunyai jumlah pemilih yang banyak,  maka perlu  ada upaya  yang lebih maksimal.

Sehingga tidak heran di masa ini, ada namanya operasi senyap dengan pelbagai macam cara untuk memmengaruhi masyarakat atau calon konstituennya.

Sehingga, tidaklah mengherankan jika di masa tenang justru “biaya operasional” semakin besar.

Karena konsentrasi penyaluran segala bentuk bantuan akan tercurahkan di sini.

Saya pernah mendengar pasangan calon mengeluarkan dana lebih dari Rp  19 Milyar  hanya dalam waktu kurang dari 12 jam sebelum pemilihan.

Luar biasa. Betapa waktu ini sangat penting untuk meyakinkan diri atau pasangan calon itu akan memperoleh dukungan luas dari masyarakat dengan mencoblos dirinya.

Ini yang dulu disebut “serangan fajar” Kedua,  masa pemungutan suara.

Kalau sebelumnya itu disebut serangan fajar,  sekarang tidak lagi. Lebih dikembangkan dan mendekati detik detik mencoblos.

Kalau serangan fajar membutuhkan waktu beberapa jam, tapi kalau ini, tidak.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved