Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Krisis Air Bersih

400 KK di Kampung Bajo Bone Sulsel Krisis Air Bersih, Ada Sumur Bor Tapi Airnya Asin

Ratusan rumah di Kampung Bajo Bone mengandalkan satu buah sumur bor bantuan pemerintah namun airnya kerap asin.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Hasriyani Latif
Polres Bone
Personel Satlantas Polres Bone memberikan bantuan air bersih kepada warga Pesisir Bajoe, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBONE.COM, BONE - Akses air bersih masih sulit dirasakan warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan khususnya di wilayah pesisir Bajoe.

Meski masih dalam lingkup wilayah perkotaan, masyarakat masih harus berjibaku mendapatkan kebutuhan dasarnya.

Camat Tanete Riattang Timur, Andi Muhammad Iqbal Walinono mengungkapkan sekira 400 kepala keluarga (KK) masih kesulitan air bersih

"Salah satu titik yang cukup memprihatinkan itu berada di Kampung Bajo," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Rabu (18/9/2024).

Ratusan rumah mengandalkan satu buah sumur bor bantuan pemerintah yang dikelola dari hasil patungan.

Baca juga: Waduh! Warga Utara Makassar Mulai Krisis Air Bersih, Debit Air Bendung Leko Pancing Maros Sisa 10 Cm

Namun, air tersebut kadang asin.

"Kondisi dan kualitas airnya pun untung-untungan, kerap kali asin, jika dalam kondisi baik, masyarakat bisa mendapatkan air yang tidak begitu payau," jelasnya.

Debit air yang terbatas juga membuat sumur tak mampu memenuhi kebutuhan ratusan rumah tangga di sana.

Selain itu, ia mengungkapkan pihaknya berusaha melakukan upaya pengadaan Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) di wilayah tersebut.

Hnya saja jumlahnya masih tidak mencukupi untuk seluruh rumah tangga yang dilanda kekeringan.

"Selama ini kadang mereka itu minta dari depan, bantuan (air) yang bukan daerah pesisir yang di pinggir jalan, kadang dia laling (angkut),” jelasnya.

Untuk mengandalkan akses air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga belum bisa dilakukan.

Sebab instalasi jaringan pipa yang belum sampai ke pemukiman warga Bajo.

Masalah ini juga tak pernah absen dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrembang) kecamatan tiap tahunnya.

“Itu harapannya dibuatkan lagi SPAM, kemudian ada penampungannya kemudian instalasinya ke rumah penduduk, ituji solusinya,” ujarnya.

Sejauh ini upaya sementara dilakukan dengan bantuan tangki air pun ini hanya menjadi solusi sementara yang manda bisa sedikit meringankan beban masyarakat karena tak harus mengangkat air menggunakan jerigen dan galon.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved