El Nino
Siap Hadapi El Nino Godzilla, Bulog Bone Klaim Stok Beras Aman hingga 11 Bulan ke Depan
Selain mengandalkan stok yang ada, Bulog juga terus melakukan penyerapan hasil panen petani di Bone guna menjaga ketersediaan pangan tetap stabil.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Perum Bulog Cabang Bone memastikan ketersediaan beras di Kabupaten Bone dalam kondisi aman meski di tengah ancaman fenomena El Nino yang disebut-sebut berpotensi kuat atau dikenal dengan istilah 'Godzilla El Nino'.
Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Bone, Andi Iskandar Zulkarnaeng, mengungkapkan stok beras yang saat ini dikuasai diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan.
“Kalau El Nino, Alhamdulillah kami sudah menghitung stok. Insya Allah cukup sampai 11 bulan ke depan dengan stok yang kita kuasai sekarang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, selain mengandalkan stok yang ada, Bulog juga terus melakukan penyerapan hasil panen petani di Bone guna menjaga ketersediaan pangan tetap stabil.
Fenomena El Nino sendiri merupakan kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada penurunan curah hujan di wilayah Indonesia.
Kondisi ini kerap memicu kekeringan yang berpotensi mengganggu produksi pertanian, termasuk padi.
Baca juga: 5 Ribu Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama Penggerek Batang, Kementan Turun Tangan
Istilah 'Godzilla El Nino' merujuk pada El Nino dengan intensitas sangat kuat yang dapat menyebabkan dampak lebih luas, seperti musim kemarau lebih panjang dan risiko gagal panen di sejumlah daerah.
Namun demikian, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan.
Dengan perhitungan stok yang mencapai 11 bulan, Bulog Bone optimistis kondisi tersebut masih dalam batas aman.
“Kalau istilahnya kami 11 bulan siap, harusnya bisa melewati El Nino. Aman, terkendali,” jelasnya.
Di sisi lain, Andi Iskandar juga mengungkapkan capaian produksi beras di Kabupaten Bone yang cukup signifikan pada semester pertama tahun ini.
Dari target produksi setara beras sebesar 58.000 ton, realisasi saat ini telah mencapai sekitar 35.000 ton.
Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan potensi besar Bone sebagai salah satu daerah penghasil beras unggulan.
“Targetnya 58.000 ton setara beras, realisasinya sudah 35.000 ton. Ini belum selesai semester pertama,” katanya.
Dengan luas lahan pertanian yang dimiliki, Bone bahkan berpeluang melampaui target produksi yang telah ditetapkan.
“Bisa jadi melebihi target. Kita doakan saja,” tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260421-Panen-Padi-di-Bone.jpg)