Politik Dinasti di Pilkada Sulsel
'Arisan dan Warisan' Kekuasaan Klan Lewat Pilkada di Sulsel
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di Sulawesi Selatan ibarat pertarungan antarklan atau trah, pewarisan kekuasaan
Pilkada langsung berpotensi melahirkan raja-raja kecil di Sulsel jika pemenang berasal dari klan atau dinasti politik tertentu.
Melalui dinasti politik, penguasa berupaya meletakkan keluarga, saudara, dan kerabat pada jabatan-jabatan strategis dengan tujuan membangun "kerajaan" politik di dalam pemerintahan lokal dan nasional.
Pengamat menilai, banyaknya klan dan trah bertarung di Pilkada di Sulsel sebagai indikator masih kuatnya budaya patron klien dan sistem kekerabatan.
Pilkada langsung serta penerapan sistem proporsional berbasis suara terbanyak memberikan peluang lebih besar bagi klan tertentu untuk memperluas atau mempertahankan kekuasaan mereka.
Hal ini berimplikasi pada peningkatan jumlah anggota keluarga politik yang menduduki posisi-posisi politik.
Sebaliknya, peluang bagi calon-calon independen atau dari luar lingkaran kekuasaan sangat mimin.
Pilkada idealnya menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dibandingkan sebelumnya, bukan sekadar memperpanjang dominasi suatu keluarga demi keuntungan politik dan ekonomi dengan memanfaatkan situasi yang ada untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Meskipun Indonesia adalah negara demokrasi, praktik nepotisme dengan mendahulukan keluarga, kerabat, dan saudara masih berlangsung di tingkat nasional dan lokal.
Politik dinasti berdampak buruk pada pembangunan sosio-politik dan sosio-ekonomi, karena peluang politik dan ekonomi setiap warga negara menjadi amat terbatas karena akan dimonopoli penguasa dan kelompok-kelompok (keluarga, saudara, dan kerabat) yang dekat dengan pemegang kekuasaan.
Dinasti politik memunculkan masalah baru dalam sirkulasi elite karena mampetnya partisipasi politik akibat dominasi kuasa kelompok tertentu.
Kekuasaan hanya berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya dalam satu garis keturunan atau rumpun keluarga.
Sirkulasi elite yang baik menjadi hal sangat penting dalam demokrasi.(bersambung)
Baca tulisan selanjutnya: • Putra Mahkota Berebut Takhta, Anak-anak Bupati Berlomba Jadi Bupati
| Daftar 27 Klan dan Trah Tumbang di Pilkada Serentak di Sulsel: Ayah dan Anak, Suami dan Istri |
|
|---|
| Hari Ini Ayah dan Anak Muslimin Bando dan Mitra Fakhruddin Tukaran Jabatan Bupati dan Anggota DPR |
|
|---|
| Video: Politik 'Raja Sulsel', Pilkada Sulsel 2024 Bertabur Dinasti |
|
|---|
| Sosok Ulfah Nurul Huda Suardi Dokter dan Calon Bupati Termuda di Sulsel Mau Gantikan Ayah |
|
|---|
| Ketua-ketua Partai di Sulsel Usung Kerabat Sendiri di Pilkada 2024 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mereka-yang-terkait-politik-kekerabatan-dalam-Pilkada-di-Sulsel-2024.jpg)