Politik Dinasti di Pilkada Sulsel
'Arisan dan Warisan' Kekuasaan Klan Lewat Pilkada di Sulsel
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di Sulawesi Selatan ibarat pertarungan antarklan atau trah, pewarisan kekuasaan
Laporan tim jurnalis Tribun-Timur.com
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 di Sulawesi Selatan ibarat pertarungan antarklan atau trah, pewarisan kekuasaan, dan "arisan" kekuasaan dalam lingkaran keluarga.
Sebanyak 46 dari 141 bakal calon kepala daerah dan wakilnya di Sulsel (32,6 persen) yang telah mendaftar pada KPU (Komisi Pemilihan Umum), termasuk yang gugur (TMS) dan penggantinya, ternyata berasal dari klan dan trah tertentu.
Mereka mencalonkan diri di 21 kabupaten dan kota di Sulsel, termasuk pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.
Bahkan, 3 dari 4 bakal calon gubernur dan wakil gubernur pun memiliki hubungan kekerabatan (silsilah) dengan bakal calon kepala daerah lainnya di Sulsel dan kepala daerah sebelumnya di Sulsel.
Di beberapa kabupaten dan kota, bakal calon kepala daerah dari satu klan atau trah pasangan dengan bakal calon wakil kepala daerah dari klan atau trah lain.
Lihat infografis di bawah ini.
Pilkada 2024 di Sulsel memunculkan juga klan-klan baru.
Dulu, salah satu klan terbesar di Sulsel adalah klan Yasin Limpo dan hampir tak pernah absen di tiap Pilkada langsung.
Namun, Pilkada 2024 kini tanpa klan Yasin Limpo setelah Syahrul Yasin Limpo tersangkut kasus korupsi.
Seperti adagium Lord Acton, “Power tends to corrupt, and absolute power corrupt absolutely (Kekuasaan itu cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut cenderung korup secara absolut)".
Hasil penelusuran Tribun-Timur.com, ada 41 klan dan trah di Pilkada 2024 di Sulsel.
Mereka terdiri klan atau Bando di Enrekang dan Makassar, Sjamsu Alam di Parepare, Pawe di Parepare, Halid di Makassar dan Parepare, Suardi Saleh di Barru, Hayat Gani di Barru, A Hamid di Pangkep, La Tunrung di Enrekang, Asapa di Makassar.
Lalu, Halide di Makassar, Katta di Makassar, Arief Sirajuddin di Makassar, Pomanto di Makassar dan Pilgub Sulsel, Amir Uskara di Makassar dan Gowa, Abd Hamid Daeng Naba di Gowa dan Takalar, Ibrahim Rewa di Takalar, Iskandar di Jeneponto.
Ada pula Mustamu di Jeneponto, Bulu di Jeneponto, Solthan di Bantaeng, Nurdin Abdullah di Bantaeng, Djamaluddin Amin di Bantaeng, Andi Muchtar di Bulukumba dan Sinjai, Ali Gandong di Selayar, Padjalangi di Bone, Unru di Wajo, Mando di Sidrap, Hamid di Pinrang, Bassang di Toraja Utara.
| Daftar 27 Klan dan Trah Tumbang di Pilkada Serentak di Sulsel: Ayah dan Anak, Suami dan Istri |
|
|---|
| Hari Ini Ayah dan Anak Muslimin Bando dan Mitra Fakhruddin Tukaran Jabatan Bupati dan Anggota DPR |
|
|---|
| Video: Politik 'Raja Sulsel', Pilkada Sulsel 2024 Bertabur Dinasti |
|
|---|
| Sosok Ulfah Nurul Huda Suardi Dokter dan Calon Bupati Termuda di Sulsel Mau Gantikan Ayah |
|
|---|
| Ketua-ketua Partai di Sulsel Usung Kerabat Sendiri di Pilkada 2024 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mereka-yang-terkait-politik-kekerabatan-dalam-Pilkada-di-Sulsel-2024.jpg)