Banyak Tokoh Nasional Lahir di Bone Tapi Infrastruktur Jalan Masih Minim, Kok Bisa?
Dusun ini terisolasi karena satu-satunya akses keluar adalah dengan melintasi Sungai Useng, yang saat ini tidak memiliki jembatan.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Potret anak sekolah yang harus menggunakan pelepah pisang untuk melintasi sungai Useng
"Jika jembatan dibangun, perekonomian akan meningkat karena hasil pertanian dan perkebunan bisa dipasarkan. Selain itu, anak-anak juga dapat melanjutkan pendidikan tanpa rasa takut," jelasnya.
Saat ini, terdapat sekitar 30 kepala keluarga di Dusun Useng yang menggantungkan hidup pada pertanian dan perkebunan.
Dengan lebar Sungai Useng sekitar 60 meter, setiap kali air sungai naik, hasil panen mereka seringkali rusak dan tidak dapat dijual, menyebabkan kerugian bagi mereka.
"Jika air sungai meluap, kami tidak bisa menjual hasil panen karena rusak dan berjamur," tutup Andi Rahman.(*)
Baca Juga
| Masih Berkerabat, Korban Penikaman Guru Pesantren di Bone Enggan Buat Laporan Polisi |
|
|---|
| Harga Sembako di Bone Melonjak, Cabai dan Bawang Tembus Rp50 Ribu per Kilo |
|
|---|
| Pencuri Ternak di Bone Terungkap, Pelaku Utama Beraksi Sejak 2024 |
|
|---|
| Ibu Rumah Tangga Digerebek Main Judi Kartu di Pasar Sentral Palakka |
|
|---|
| Sindikat Pencuri Ternak Resahkan Warga Bone, Polisi Gerak Cepat Tangkap 4 Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/potret-anak-sekolag-di-Bone.jpg)